Pasar Bisnis Perawatan Pesawat di Indonesia Sangat Besar

76
Menperin Saleh Husin berbincang dengan Chairman Regio Aviasi Industri Ilham Akbar Habibie (kanan) dan Presiden Direktur Regio Aviasi Industri Agung Nugroho (kiri) dalam acara pameran dirgantara Singapore Airshow 2016 di kawasan bandara Changi, Singapura, Rabu (17/2).

SINGAPURA-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendukung ekspansi perusahaan Indonesia yang bergerak di bidang perawatan dan perbaikan pesawat (maintenance, repair and overhaul/MRO). Langkah itu dinilai efektif membuka lapangan kerja, transfer pengetahuan dan teknologi serta membuka peluang bagi berkembangnya industri komponen pesawat udara. “Ekspansi seperti itu merupakan langkah cerdas dan strategis. Karena selain menguntungkan bagi perusahaan terkait, juga menciptakan pasar bagi komponen pesawat Indonesia untuk masuk memasok kebutuhan suku cadang,” kata Menteri Perindustrian Saleh Husin saat mengunjungi Singapore Airshow 2016 di kawasan bandara Changi, Singapura, Rabu (17/2).

Kunjungan itu dilakukan di sela-sela rangkaian kunjungan Menperin ke Jepang beberapa sentra industri otomotif.

Saat ini, pengembangan industri MRO di Indonesia memiliki momentum yang tepat lantaran bisnis jasa transportasi udara terus menggeliat, perusahaan penerbangan baik domestik dan asing terus agresif beroperasi di Indonesia dan SDM kita sudah mumpuni melayani kebutuhan perawatan pesawat. “Beberapa perusahaan MRO kita sudah siap ekspansi seperti Garuda Indonesia melalui anak usahanya GMF AeroAsia dan Lion group. Industri MRO di Bintan sedang dikembangkan oleh PT Bintan Aviation Investment yang akan bekerjasama dengan GMF. Pemilihan lokasi ini tepat karena dekat dengan Singapura dan kawasan itu merupakan sumbu lalu lintas udara. Pasarnya ada di situ,” ujar Menperin.

Pemerintah, lanjutnya, juga mendorong pengembangan industri MRO dan komponen melalui insentif fiskal dan nonfiskal. Diharapkan, rangsangan itu memacu investasi dan mempercepat realisasi pembangunan fasilitas perawatan pesawat.

Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan, dipacunya industri MRO dan komponen mengingat transportasi udara termasuk infrastruktur pendukung bagi wilayah Indonesia yang luas dan terdiri dari ribuan pulau. “Langkah GMF dan perusahaan lain, termasuk produsen komponen membuat kita semakin percaya diri bahwa kita mampu memenuhi kebutuhan industri transportasi udara,” ujarnya.

Pasar bisnis perawatan pesawat di Indonesia diperhitungkan sangat besar. Menurut Putu, salah satu gambarannya ialah perawatan sekitar 60 persen pesawat komersial yg beroperasi di Indonesia, dilakukan di luar negeri.

Selain itu, industri perawatan pesawat merupakan industri padat modal dan padat karya dengan tenaga-tenaga kerja dengan keterampilan khusus.

Menperin mengunjungi anjungan Garuda Indonesia termasuk Garuda Maintenance Facilities/GMF AeroAsia, PT Dirgantara Indonesia (PT DI), serta anjungan Kementerian Perindustrian. Di anjungan Kemenperin, Saleh Husin mengapresiasi beberapa produsen komponen pesawat yang turut memamerkan produk mereka.

Produsen-produsen yang bergabung dalam Indonesia Aircraft and Component Manufacturer Association (INACOM) antara lain PT DI, Infoglobal Avionik, Santoso Teknindo, Yogya Presisi Teknika Industri, Pudak Scientific, Bandung International Aviation dan Jakarta Aerospace. INACOM merupakan Asosiasi Industri Pesawat Terbang dan Komponen Pesawat Terbang. INACOM merupakan asosiasi yang didirikan oleh 30 industri komponen pada 2015 dengan dukungan Kemenperin.