Paska Dipecat, Bagaimana Nasib Fahri Hamzah Selanjutnya?

107

JAKARTA-Beredarnya surat pemecatan Wakil Ketua DPR dari Fraksi PKS Fahri Hamzah diduga memang benar keasliannya. Meski Presiden PKS Sohibul Iman meragukannya. Namun dia mengakui telah menandatangi surat pemecatan tersebut. “Saya sudah menandatangani SK DPP tersebut bertanggal 1 April 2016 dan tadi malam saya sudah meminta pihak sekretariat untuk segera mengirimkannya,” kata Presiden PKS Sohibul Iman dalam siaran persnya di Jakarta, Minggu (3/4/2016).

Namun begitu, Sohibul mengaku tidak mengakui bagaimana ini surat yang beredar di masyarakat. “Saya tidak tahu keaslian surat yang beredar tersebut. Jadi saya tidak bisa mengomentari surat tersebut,” tegasnya.

Lebih jauh Sohibul menjelaskan bahwa ada keputusan Mahkamah Partai (di PKS disebut Majelis Tahkim atau MT) terkait saudara Fahri Hamzah (FH) itu betul, tapi kami belum mempublikasi keputusan tersebut. “Kami berpegang pada taat asas, sebelum dipublikasi keluar, kami harus menyampaikan dulu keputusan tersebut kepada yang bersangkutan,” ungkapnya

Mantan Wakil Ketua DPR ini tak membantah memiliki kewenangan untuk mengangkat dan memberhentikan kader PKS. “Saya selaku Presiden PKS adalah pihak yang berwenang menyampaikan keputusan Majelis Tahkim tersebut kepada FH dalam bentuk SK DPP PKS,” paparnya.

Namun begitu Sohibul berjanji akan meneliti keaslian surat pemecatan tersebut. “Saya akan cek apakah surat tersebut sudah sampai kepada yang bersangkutan atau belum. Karena itu saya belum bisa memberitahu isi SK DPP dan Keputusan MT sebelum jelas surat itu sampai kepada yang bersangkutan,” jelasnya.

Pasca beredarnya SK pemecatan itu, Fahri Hamzah berkicau dalam twitternya. Hanya saja kicauan itu lebih bersifat ungkapan hati.

Dikutip dari akun @Fahrihamzah, Minggu (3/4/2016), Wakil Ketua DPR dari Fraksi PKS itu sedikitnya membuat 12 tweet yang ditulis mulai pukul 14.32 WIB. Berikut tweet-tweet tersebut:

Janganlah kau ikatkan nasibmu pada pohon padi…meski ia berbuah nasi yang membuatmu kenyang…
Janganlah kau titipkan nasibmu pada manusia…meski ia raja…ia sama seperti kita.
Janganlah kau sandarkan hidupmu pada negara atau imperium…meski kokoh mereka jatuh bangun…
Dan sandarkan lah nasibmu kepada Allah…karena dia maha kuasa…
Dialah yang menulis nasibmu dari awal sampai akhir…lahir dan Matimu dan setelah itu..
Dialah yang memutuskan kemuliaan atau kehinaan…bagimu di sini dan di sana…
Dia Lah yang memutuskan untukmu celaka atau selamat…
Seandainya seluruh bumi memusuhi mu, tiada guna jika ia sahabatmu..
Seandainya seluruh manusia menyembah dan memujamu tiada guna jika Allah menjadi musuhmu…
Jika seluruh dunia menghendaki mu celaka tidak bisa jika Ia telah memutuskanmu selamat..
Jika seluruh dunia inginkan mu selamat tidak berguna jika Ia telah putuskan mu celaka..
…Pena telah diangkat dan lembaran-Lebaran telah kering… HR Tirmidzi. ***