Paska Gempa, DPR Usulkan RUU Kabupaten Lombok Timur

53

LOMBOK-Paska gempa yang mengguncang Lombok, pemerintah maupun DPR sama-sama berkonsentrasi mengatasi dan memperbaiki kehidupan masyarakat agar kembali normal.

Namun disisi lain, DPR mengusulkan kepada Pemerintahan Jokowi-JK agar memperhatikan pemekaran daerah, khususnya Lombok Selatan. “Saya mengusulkan kepada Presiden Jokowi agar segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang pemekaran Kabupaten Lombok Selatan,” kata Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah saat mengunjungi lokasi pengungsian korban gempa, Lombok, Kamis (2/8/2018).

Hal ini, kata alumni FEUI, karena Lombok Selatan adalah pusat tempat terjadinya gempa dan merupakan daerah miskin di wilayah NTB. Apalagi selama ini kawasan tersebut kurang terjamah oleh laju pembangunan, karena jaraknya yang sangat jauh dari pusat kegiatan Lombok Timur. “Jadi Pak Jokowi bisa segera memulai lagi program pembentukan daerah otonomi baru,” tambahnya.

Karena itu, sambung Fahri, daerah marjinal seperti Lombok Selatan ini harus ditolong dengan adanya pemerintahan yang dekat dengan mereka. “Jadi Pak Jokowi tolong dibuka kembali pembentukan daerah otonomi baru (DOB), khususnya Lombok Selatan,” ucapnya.

Kunjungan Fahri Hamzah sekaligus menyampaikan bantuan DPR senilai 380 juta rupiah untuk korban gempa Lombok, disambut masyarakat setempat. Bahkan, seorang bapak langsung memeluk politisi dari PKS itu sambil menangis meratapi nasib yang menimpa desanya.

Fahri Hamzah didampingi Wilgo Zainar (F-Gerindra), Lalu Gede Syamsul Mujahidin (F-Hanura) dan M. Syafruddin (F-PAN) serta sejumlah pejabat DPR, mendatangi titik-titik pengungsian korban gempa, seperti Desa Obel-obel dan Desa Madayin, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur. Pasalnya, ke dua daerah ini episentrum gempa dan terdampak sangat parah, namun minim penanganan sehingga rata-rata korban mengalami trauma berat.

Bahkan, di desa Obel Obel sendiri, 4.000 rumah hancur. Pemerintah provinsi NTB dan BNPB menetapkan waktu tanggap darurat hingga hari Kamis (2/8/2018) untuk selanjutnya masuk fase pemulihan.

Gempa berkekuatan 6,4 Skala Richter dengan kedalaman 24 km mengguncang pulau Lombok dan Sumbawa di Nusa Tenggara Barat, dan Pulau Bali, pada hari Minggu (29/7/2018). Dampak paling besar terjadi di wilayah Sembalun yang merupakan salah satu pos pendakian menuju Gunung Rinjani yang sedang ramai pengunjung.

Selain korban jiwa 16 orang dan 300 lebih warga terluka, gempa di Lombok Timur yang terasa hingga di Pulau Bali dan Sumbawa menimbulkan kerusakan fisik parah pada ribuan bangunan rumah, gedung fasilitas publik dan perkantoran.  ***