PDAM TB Serahkan IPA “Terlantar” ke PT Moya

62

TANGERANG-PDAM Tirta Benteng (TB) Kota Tangerang telah menyerahkan pengelolaan Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang dimilikinya ke PT Moya Indonesia.

Demikian ditegaskan oleh Kepala Badan Pengawas PDAM TB Kota Tangerang Tatang Sutisna yang didampingi Anggota Badan Pengawas Dodi Effendy kepada wartawan. “Sesuai dengan adendum kedua dengan PT Moya Indonesia, semua IPA yang dimiliki oleh PDAM TB Kota Tangerang sudah diserahkelolakan ke PT Moya,” ujar Tatang.

Tatang menjelaskan IPA yang dimiliki oleh PDAM TB tersebut sudah cukup tua, karena dibangun sejak 1996 dan memiliki nilai keekonomian tujuh tahun lagi. “IPA itu dibangun 1996 bantuan dari pemerintah pusat, umurnya sudah lebih dari 20 tahun dan secara teknologi sudah tertinggal dan kapasitas produksinya memang 370 liter per detik, namun dalam operasional selama ini hanya menghasilkan kapasitas produksi 280 liter perdetik,” kata Tatang.

Tatang menambahkan karena tidak efesien, maka pada adendum kedua kerjasama PDAM TB dengan PT Moya Indonesia, maka IPA tersebut diserahkan untuk dikelolah. “Memang saat ini tidak operasional, karena dalam masa perbaikan, cuma kalau dihitung untuk menghidupkan IPA ini dibutuhkan anggaran sebesar Rp 21 miliar, dan kita sudah serahkan hal ini ke PT Moya, mereka menyatakan siap untuk mempungsikan,” kata Tatang.

Sementara itu terkait nilai investasi PT Moya, Tatang memastikan jika PT Moya memperkecil investasi dari 3 wilayah menjadi 1 wilayah, dengan nilai investasi sekitar 470 miliar.
“Zona yang diberikan hanya untuk wilayah satu yang meliputi Kecamatan Tangerang, Benda, Batu Ceper, Cipondoh,” kata Tatang.

Hal ini tambah Tatang disesuaikan setelah adanya kajian dari BPKP dan pihak Kejaksaan yang mengkoreksi beberapa hal terkait kerjasama yang dimulai tahun 2012 tersebut. “Salah satu yang dikoreksi adalah soal harga yang kita beli dari Rp 3,750,- meter kubik menjadi 2,169,- per menter kubik, serta cakupan zona investasinya,” kata Tatang.

Sementara itu Dirut PDAM TB Sumarya menjelaskan pipa yang sudah terpasang milik PT Moya mencapai 290 km dari 500 km yang direncanakan. “Jika satu zona maka pipanisasi yang akan dipasang oleh PT Moya mencapai 500 km,” katanya.

Sementara itu terkait pencatatan investasi yang dilakukan oleh PT Moya dengan aset pipa dan IPA yang dimiliki oleh PDAM TB, baik Tatang maupun Sumarya menyatakan hal tersebut dilakukan secara terpisah. “Kita melihat ada yang diuntungkan disini, karena semua fasilitas yang dibangun oleh PT Moya nantinya, akan menjadi milik PDAM TB,” kata Tatang.

Seperti diketahui IPA yang dimiliki PDAM Tirta Benteng (TB) Kota Tangerang hingga saat ini belum juga dipungsikan, dari sejak dihentikan operasional sejak tahun 2016 lalu.

Menyikapi hal ini Yan Sandi, Koordinator LSM Lembaga Pemantau Penyelengara Negara Republik Indonesia (LPPNRI) menyatakan bahwa penghentian operasional IPA PDAM TB tersebut bisa menimbulkan potensi kerugian negara puluhan miliar rupiah.
“Berdasarkan data yang kami dapat kapasitas IPA yang dimiliki PDAM TB itu mencapai 370 liter perdetik, jika dikalkulasikan 1 liter perdetik menghabiskan biaya investasi Rp 150 sd 200 juta, maka potensi kerugian yang ditanggung oleh PDAM TB bisa mencapai Rp 60 miliar,” ujar Yan Sandi kepada wartawan.(eko)