Pelindo III Siap Lakukan Groundbreakking 3 Pelabuhan

Pelindo III Siap Lakukan Groundbreakking 3 Pelabuhan

0
BERBAGI
KabarGress.com

JAKARTA-Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia III (Pelindo III) Orias Petrus Moedak mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya guna membangun sejumlah pelabuhan. “(Kita) laporkan untuk rencana untuk groundbreaking lain-lain untuk pelabuhan kita,” katanya usai bertemu Luhut Panjaitan di Jakarta, Senin (21/11/2016).

Lebih jauh kata Orias, pertemuannya dengan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Panjaitan untuk membahas pengembangan pelabuhan. “Saya minta tolong beliau (Luhut) untuk beberapa hal, yang terkait untuk pengembangan pelabuhan,” ujarnya.

Selain itu, dirinya mengaku dalam pertemuannya dengan Luhut, Orias melaporkan rencana pihaknya untuk peresmian pelabuhan baru di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. “Saya sampaikan itu ke beliau,” tegasnya.

Menurut Orias, Pelindo III juga memiliki rencana pengembangan pelabuhan lainnya. “Kami kan ada rencana itu, baik di Gili Mas, di Lembar dan di Maumere,” tutupnya.

Sebelumnya Direktur Utama Pelindo III Orias Petrus Moedak mengaku PT Pelindo III berencana menggarap proyek pengembangan tiga dermaga di kawasan timur Indonesia. Peletakan batu pertama dilakukan pada Desember tahun ini. Tiga pelabuhan yang bisa disandari kapal cruise atau kapal pesiar itu itu adalah Pelabuhan Benoa Bali, Lembar Lombok, dan Maumere Flores. “Groundbreaking-nya tahun ini, Desember. Dimulai dari Lembar,” katanya.

Pembangunan tiga pelabuhan marina ini bukannya tanpa alasan. Orias menyebut bahwa potensi pariwisata di tiga pelabuhan atau daerah tersebut cukup tinggi. Tiga pelabuhan itu terhubung dengan Labuan Bajo yang akan terus dikembangkan untuk menjadi pusat atau tempat kapal pesiar bertolak. “Semua orang lagi ramai ke Labuan Bajo. Dari situ kan cruise nanti bisa bertolak apakah ke timur (Maumere) ataukah ke barat (Lombok dan Bali),” kata Orias.

Untuk menggarap proyek tiga pelabuhan marina itu, Orias menyebut investasi yang dikeluarkan dalam platformnya sekitar Rp 100 miliar. Tetapi jika terus dikembangkan semua termasuk peralatan, maka investasi yang akan digelontorkan sekitar Rp 1,2 triliun. “Kalau Rp 1,2 triliun, itu sudah termasuk alat dan lain-lain,” imbuhnya. ***