Pemerintah Diminta Dukung Pengembangan Industry Beton Pracetak Nasional

26
Ilustrasi

JAKARTA-PT UBM Pameran Niaga Indonesia dan Pamerindo Indonesia kembali akan menyelenggarakan pameran serta konferensi industri beton dan konstruksi terkemuka se-Asia Tenggara, Concrete Show South East Asia 2018 & Construction Indonesia 2018 pada tanggal 19-21 September 2018 bertempat di JIExpo Kemayoran.

Pameran ini merupakan platform yang tepat bagi para pemain di Industri beton dan konstruksi, baik di Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara untuk memperluas jaringan dan mengembangan bisnisnya, serta membawa solusi untuk mendukung rencana program pemerintah dalam peningkatan percepatan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia.

Pembangunan sektor konstruksi dan infrastruktur merupakan salah satu factor penting untuk mendorong perekonomian nasional. Untuk itu, saat ini pemerintah masih berupaya terus untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur yang salah satunya bergantung pada dukungan ketersedian material dan peralatan konstruksi yang juga semakin berkualitas, efektif, efisien, dan tepat waktu.

Percepatan pembangunan infrastruktur, akan mendongkrak tingkat pertumbuhan perekonomian nasional. Pasar konstruksi Indonesia merupakan terbesar di ASEAN yang menyumbang 60-70 persen dari total pasar di wilayah ini.

Senior Event Manager PT UBM Pameran Niaga Indonesia, Niekke W. Budiman mengatakan konstruksi beton menyumbang 40 persen bahan bangunan yang digunakan dalam proyek-proyek di Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong peningkatan kapasitas industry beton pracetak dan prategang nasional menjadi 50 persen hingga 2019. Porsi 50 persen hingga 2019 dalam rangka menciptakan fektifitas, efisiensi dan kualitas dalam penyelenggaraan konstruksi.

Menurut Niekke, Indonesia merupakan salah satu pasar konstruksi yang terus berkembang. “Dan kami melihat teknologi beton seperti pra cetak perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat luas sehingga teknologi beton terkini dapat dikuasi tenaga ahli konstruksi Indonesia untuk membantu peningakatan kapasitas konstruksi Indonesia sehingga dapat bisa mendukung pembangunan,” ujarnya.

Karena itu, PT UBM Pameran Niaga Indonesia bersama Pamerindo Indonesia kembali menyelenggarakan Concrete Show SEA di Indonesia untuk ke enam kalinya dan Cosntruction Indonesia yang memasuki tahun ke-20nya. Salah satu produk dan teknologi yang akan ditampilkan di pameran ini adalah produk pracetak dan prategang di mana teknologi pracetak dan prategang merupakan salah satu teknologi yang sangat mendukung untuk percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Dia menilai, permintaan beton, khususnya beton pracetak nasional saat ini telah meningkat pesat melebihi kapasitas pasokan, sehingga sudah saatnya kapasitas industry beton pracetak terus ditingkatkan.

Berdasarkan data Asosiasi Perusahaan Pracetak dan Prategang Indonesia (AP3I), kapasitas produksi beton pracetak nasional tercatat 25,30 juta ton, tahun berikutnya naik menjadi 26,70 juta ton. Bahkan pada tahun 2017 lalu angkanya melonjak menjadi 35 juta ton. Tren ini memperlihatkan bahwa permintaan beton pracetak nasional saat ini juga telah meningkat pesat.

Salah satu penerapan teknologi beton pracetak di Indonesia adalah pada proyek Light Rail Transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek).

Proyek LRT saat ini sedang dikembangna di Jakarta, yang bertujuan untuk menciptakan moda transportasi cepat di daerah. LRT Jabodebek menghubungkan seperti Bekasi dan Bogor ini merupakan bagian dari inisiatif pemerintah untuk mengurangi kamcetan lalu lintas.

“Proyek LRT Jabodebek dikembangkan oleh perusahaan Negara PT Adhi KArya Tbk menggunakan teknologi canggih dan berkualitas,” ulasnya.

Pengembangan LRT di wilayah Jabodetabek akan menjadi proyek yang berkembang cepat karena menggunakan teknologi beton pracetak untuk membangun pilar dan girder.