Pemerintah Jaga Supply-Demand Kedelai

39

JAKARTA-Kementerian Perdagangan terus berupaya menjaga stabilitas harga melalui keseimbangan antara suplai dan kebutuhan (supply -demand), agar harga kedelai berada di tingkat yang wajar dan terjangkau.  “Tantangannya adalah, bahwa produksi nasional kedelai per tahunnya hanya sekitar 700 –850 ribu ton. Kebutuhan/konsumsi nasional terhadap komoditas ini mencapai 2,5 juta ton per tahun, sehingga sampai dengan saat ini kekurangannya masih harus dipasok dari impor,” ujar Menteri Perdagangan Gita Wirjawan di Jakarta, Jumat (20/9).

Menurut dia, ketersediaan kedelai di pasar terutama untuk memenuhi kebutuhan industri pengrajin tahu dan tempe perlu terus dijaga. Sebab, kekurangan pasokan atas  komoditas ini akan menganggu stabilitas harga.

Secara jangka panjang kata dia pemerintah tentunya terus mendorong berbagai upaya untuk  meningkatkan kapasitas produksi kedelai.

Pemenuhan kedelai melalui importasi ini merupakan cara yang bersifat emergency,  mengingat kebutuhan kedelai yang cukup tinggi ini antara lain adalah untuk terus menggerakkan industri kecil pembuatan tahu dan tempe.

Pasokan kedelai melalui rantai penyaluran yang melibatkan para pelaku mulai importir, petani kedelai, distributor, sampai pada pengguna akhir yaitu pengrajin sebelum mereka mengolahnya menjadi tahu dan tempe. “Rantai pasok ini di setiap lini membentuk harga sampai ke pengrajin dan pasar umum,” pungkas dia.