Pemerintah Prioritaskan Kemudahan Akses Bagi Masyarakat

11
Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Wahyu Utomo

YOGYAKARTA-Upaya pemerintah mempercepat pembangunan proyek-proyek infrastruktur di Jawa Tengah dan Yogyakarta, khususnya New Yogyakarta International Airport (NYIA) dan Jalan Tol Yogyakarta-Solo untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat.

Selain itu juga agar efisiensi biaya logistik semakin meningkat di Jawa Tengah dan Yogyakarta, salah satu provinsi dengan kinerja pertumbuhan ekonomi baik.

Tercatat pada 2018, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah tumbuh 5,13%, lebih tinggi dari pertumbuhan nasional di level 5%.  

“Pembangunan NYIA sangat cepat. Memang tahun lalu masih ada masalah pembebasan lahan. Namun, PT Angkasa Pura (AP) I selaku perusahaan yang mendapat penugasan sangat cepat mengeksekusi proyek ini. Terhitung ada percepatan pembangunan selama 6-7 bulan dari target awal” kata Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Wahyu Utomo saat berdiskusi dengan media, di Yogyakarta, Sabtu malam (19/01).  

Pemerintah menargetkan NYIA dapat beroperasi sebagian pada April 2019, khusunya untuk rute internasional. Sedangkan untuk beroperasional secara penuh, ditargetkan pada Januari 2020 dengan asumsi keseluruhan pembangunan telah selesai pada Desember 2019.  

Wahyu menambahkan, salah satu prioritas dalam pembangunan NYIA adalah aksesibilitas.

“Sesuai dengan arahan Pak Menko saat kunjungan hari ini, aksesibilitas di NYIA sangat penting. Jarak antara Yogyakarta ke Kulon Progo cukup jauh, jadi NYIA harus diimbangi dengan pembangunan jalan dan kereta api bandara” tambah Wahyu.  

Pemerintah memang menyiapkan Jalan menuju NYIA, dan akan ditambah pula dengan pembangunan underpass Jalan Jalur Lintas selatan (JJLS) sepanjang 1.100 meter yang dibangun sejak November 2018.  

Selain itu, jalur KA Bandara juga sedang dibangun, dan diharapkan mulai beroperasi pada April 2019. Pada tahap operasional sebagian ini, pengguna dari Yogyakarta dapat turun di Stasiun Wojo dan melanjutkan perjalanan menggunakan airport bus menuju NYIA.  

Rencana Pembangunan Tol Yogyakarta – Solo  

Di sisi lain, pemerintah masih terus mengkaji rencana pembangunan tol Yogyakarta-Solo.

Rencana pembangunan ini tertunda karena pertimbangan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, yang khawatir bahwa pembangunan tol ini akan berimbas pada situs-situs budaya seperti Candi Prambanan dan puluhan situs budaya lain yang memang lokasinya dekat dengan rencana rute tol.  

“Memang usulan Sultan yang menginginkan tol Yogyakarta-Solo menjadi elevated (tol layang) di atas jalan nasional yang sudah ada saat ini, yakni di atas sebagian Ring Road serta di atas Jalan Raya Yogya-Solo. Tapi hal ini perlu dikaji lagi feasibility-nya karena kalau elevated, tentu biayanya lebih tinggi. Nilai ekonomis juga perlu diperhitungkan,” ujar Wahyu.  

Dari segi kebutuhan, tol Yogyakarta-Solo sebenarnya sudah sangat dibutuhkan, dan banyak peminatnya untuk membangun. Apalagi, tol ini sudah masuk dalam sistem integrasi tol.

“Kami terus mengawasi perkembangan kajian dan berkoordinasi dengan kementerian terkait” pungkasnya.