Pemerintah Terlalu Berharap Dana Tax Amnesty

Pemerintah Terlalu Berharap Dana Tax Amnesty

0
BERBAGI
photo ilustrasi

JAKARTA-DPR meminta pemerintah tak terlalu mengandalkan Tax Amnesty dalam menutupi defisit APBN saat ini. Mestinya pemerintah tegas dalam menghadapi persoalan hukum. “Mungkin sih mungkin soal Tax Amnesty ini. Tapi jangan berharap terlalu banyaklah,” kata Wakil Ketua Komisi XI DPR Ahmad Hafisz Thohir di Jakarta, Rabu (25/5/2016).

Dirinya melihat, kata Hafiz, pemerintah terlalu menantikan keajaiban dari kembalinya dana panas tersebut ke dalam negeri seperti pungguk merindukan bulan.”Siapa yang menjamin uang panas tersebut akan aman selamanya?,” ungkapnya seraya meragukan

Disisi lain, lanjut Adik kandung Hatta Radjasa, juga mempertanyakan
apakah rezim ini bisa bertahan 2-3 kali pemilu seperti zaman Pak Harto? “Tidak ada satupun jaminan ekonomi politik kita stabil, sehingga analisa bahwa hot money tersebut akan masuk Indonesia menjadi hanya suatu harapan saja,” tuturnya.

Selain itu, kata Hafisz, mustahil rasanya para pengemplang pajak tersebut mau mengembalikkan uangnya hanya dengan diiming-imingi Tax Amnesty.

“Seyogyanya jika uang panas tersebut dirasakan oleh pemiliknya lebih aman di luar negeri kenapa kok tiba-tiba mesti dimasukkan ke dalam negeri? Ini pertanyaan berat,” tandas dia.

Mestinya, lanjut dia, bukan mewacanakan sesuatu yang masih belum jelas, akan tetapi bagaimana pemerintah tegas menjalankan hukum terhadap para pengemplang pajak ini.

“Kan daftar nama-nama pemilik rekening panas tersebut sudah ada ditangan PPATK, jadi tinggal dipanggil saja person-personnya, kenakan UU menghindari pajak, itukan kriminal, sehingga duitnya bisa disita negara. Kenapa capek-capek harus bikin Tax Amnesty segala? Orang datanya sudah di depan mata hukum kok,” pungkasnya.***