Pemilik Facebok Wisnuhandy Hapus Viral Tiga Polisi ‘Ringan Tangan’

112
Photo Raja Tama

TANGERANG-Pemilik akun facebook Wisnuhandy Widyoastono yang mempublish curahan hati karena mengalami tindak kekerasan oleh anggota Polantas Polres Tangerang Selatan akhirnya mengahapus viral tiga Polisi “Ringan Tangan” dari postingan pada Selasa (17/5).  Dalam proses mediasi yang melibatkan perwira menengah polisi itu sepakat untuk saling memaafkan dan melupakan peristiwa yang terjadi Senin (15/5).

Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Ayi Supardan menjelaskan, dalam mediasi informal yang berlangsung sore ini di dekat kawasan Mabes Polri bersama seorang perwira menengah Polisi yang dihadiri Wisnuhandy dan Kasatlantas Polres Tangsel bersama tiga anggota Polantas Aiptu Hadrowi, Bripda Ahmad Taufik dan Bripda Eko Apriyanto. “Sepakat untuk saling memaafkan,” ujarnya.

Ayi menjelasnya, anggotanya tidak melakukan pemukulan seperti yang diungkap dalam akun facebook Handy. Hal itu diperkuat dengan keterangan dari Perwira menengah yang berada di posisi Handy.

“Jadi tadi saya ditelepon oleh senior saya  dan dikatakan memang tidak ada pemukulan yang dilakukan anggota saya, sebelumnya juga sudah saya tanyakan itu ke petugas di lapangan, ini yang membuat saya lega,” ujar Ayi.  polisi-ok2

Karena sudah saling memaafkan, pihaknya juga tidak bermaksud untuk melakukan upaya hukum atas perbuatan Handy memosting curahan hatinya itu.  “Ya sebenarnya bisa saja, dengan tuduhan pencemaran nama baik atau UU ITE, tapi karena sudah saling sepakat untuk menyelesaikan secara kekeluargaan, ini Kami anggap clear,” terang Kapolres.

Meski begitu, Kapolres meminta Handy untuk mempublish permintaan maaf di akun facebook miliknya atas kejadian tersebut.  “Kami minta Dia untuk menyampaikan permintaan maaf pada akun miliknya,” terang Ayi.

Sebelumnya, akun facebook milik Wisnuhandi Widyoastono, menjadi viral di media sosial. Dalam akun facebook pribadinya, Dia menceritakan kronologis tindak kekerasan yang dilakukan anggota Polantas Polres Tangsel, dalam pengaturan arus lalu lintas imbas penutupan toll JORR BSD akibat JPO yang roboh. (Raja Tama)