Pemilu Curang Hanya Akan Hasilkan Pemimpin Buruk

66

SITUBONDO-Anggota MPR-RI dari F-PPP, H. Anas Thahir berharap pelaksanaan pemilu serentak yang akan digelar pada tanggal 17 April 2019, disamping akan menghasilkan Presiden baru, anggota DPR-RI, DPRD dan DPD, seharusnya juga bisa mengakhiri semua perdebatan politik akibat perbedaan pilihan yang selama masa kampanye cenderung saling bersinggungan satu sama lain.

“Pemilu adalah jalan tengah dan cara paling bermartabat untuk menyatukan segala perbedaan dalam berdemokrasi. Karenanya apapun hasilnya, semua pihak harus menghormati hasil pemilu dengan lapang hati terlepas siapapun yang bakal menang dan siapapun yang bakal kalah. Begitu seharusnya kita bertatakrama dalam berkebangsaan” tutur Anas kepada media melalui siaran persnya di Situbondo, Jawa Timur, 29/3/2019.

Lebih lanjut, mantan Sekjen Induk Koperasi Pondok Pesanren itu mengajak seluruh warga negara untuk tidak memilih golput dan tetap menggunakan hak pilihnya pada pemilu yang akan digelar 17 April mendatang. “Pemilihan umum adalah sebuah pesta rakyat. Kita semua harus ikut mendorong agar pesta ini benar-benar bisa berjalan sehat dan penuh kegembiraan. Karenanya mari rame-rame datang ke TPS, jangan golput,” imbuhnya bersemangat.

DIkatakannya, meski proses pencoblosan di bilik suara hanya berlangsung selama beberapa menit saja, tapi efek politiknya bisa berpengaruh hingga minimal lima tahun ke depan. Karena itu Anas berharap agar seluruh warga bisa menentukan pilihannya sesuai hati nurani, tanpa politik uang, tanpa intimidasi dan tanpa kecurangan. Sebab, masih menurutnya, melalui proses pemilu yang curang kita tidak mungkin bisa berharap akan muncul pemimpin bersih.

“Hanya melalui proses pemilu yang bersih bisa lahir pemimpin yang bersih. Sebaliknya, pemilu curang hanya bisa melahirkan pemimpin curang” tandas putra Banyuwangi itu tanpa keraguan. ***