Penerimaan Pajak Kanwil DJP Jabar I Tumbuh 32,8%

137
Kepala Kanwil DJP Jabar I, Yoyok Satiotomo,

BANDUNG-Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Barat I mencatat, hingga akhir kuartal I (Januari-April) 2017, realisasi penerimaan pajak sebesar Rp.8,3 triliun atau 28,5% dari target sebesar Rp.29 triliun. Angka tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 32,8% dibandingkan periode yang sama tahun 2016 yang mencapai Rp.6,2 triliun.  “Jumlah ini berasal dari penerimaan PPh non Migas sebesar Rp.5,6 triliun, PPN dan PPn. BM Rp.2,6 triliun, PBB sektor Perkebunan, Perhutanan, dan Pertambangan (P3) Rp.10,2 miliar dan pajak lainnya sebesar Rp.88,5 miliar,” ujar Kepala Kanwil DJP Jawa Barat I, Yoyok Satiotomo, saat ditemui di kantornya, Jl. Asia Afrika 114, Bandung, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (4/5).

Lebih lanjut Yoyok mengatakan, jumlah tersebut termasuk uang tebusan Amnseti Pajak periode III yang berakhir tangal 31 Maret 2017 lalu. “Realisasi uang tebusan Amnesti Pajak periode III sebesar Rp.695 miliar. Jumlah ini menyumbang sekitar 8% dari total penerimaan kami saat ini. Jika ditotalkan 3 periode, jumlah uang tebusan Amnesti Pajak di Kanwil DJP Jabar I sebesar Rp.6,285 triliun,” ungkapnya.

Terkait kepatuhan penyampaian SPT Tahunan PPh 2016, hingga 30 April 2017, jumlah Wajib Pajak yang menyampaikan SPT Tahunan PPh 2016 mencapai 749.929 Wajib Pajak. “Jumlah Wajib Pajak terdaftar kami ada 2.731.894, yang wajib menyampaikan SPT Tahunan 1.167.619, sehingga rasio kepatuhan kami 64,2%,” jelasnya.

Rasio kepatuhan adalah jumlah Wajib Pajak yang lapor SPT berbanding jumlah Wajib Pajak yang wajib menyampaikan SPT. “Dengan data tersebut, rasio kepatuhan Wajib Pajak di Jabar I meningkat sebesar 3,8% jika dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai 60,5%,” pungkasnya