Penetrasi Internet Dorong Inklusi Keuangan

24

JAKARTA-Pemerintah mendorong penetrasi internet. Karena bisa menggerakan ekonomi hingga pedesaan. Alasanya, penggunaan internet akan berdampak pada perluasan inklusi keuangan dan gerakan kewirausahaan ekonomi kecil di Tanah Air. “Ini dampaknya besar sekali. Apalagi bila program perluasan infrastruktur telekomunikasi pemerintah dan swasta berjalan lancar sampai ke desa-desa,” kata Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan di Jakarta,Senin,15 Oktober 2012
Menurut Menkop dan UKM, saat ini masyarakat yang terjangkau layanan perbankan memang masih sangat kecil yakni baru 20 % dari total populasi, sementara sisanya belum mengenal layanan perbankan. “Baru sekitar 64 juta yang punya rekening bank. Ini peluang usaha bagi perbankan tapi juga tantangan bagi pemerintah dan swasta. Namun dengan penetrasi internet yang semakin kuat, kita optimistis akan meningkatkan financial inclusion utamanya keuangan mikro,” ujarnya
Menurut dia, penetrasi internet itu juga akan mendorong gerakan kewirausahaan di masyarakat karena akan semakin banyak warga masyarakat yang terlayani perbankan atau lembaga keuangan melalui internet dan jaringan mobile banking.
Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM Choirul Djamhari mengatakan, potensi keuangan mikro ke depan sangat besar dalam mendorong produk domestik bruto (PDB) ke depan. “Pada 2011, PDB kita mencapai 845,70 miliar dolar AS. Salah satu kontributor signifikan adalah dari pembiayaan mikro,” kata Choirul.
Menurut dia, penetrasi keuangan mikro melalui unit kerja atau kantor, utamanya perbankan, memang terus bertambah yakni sekitar 15.000 unit hingga pertengahan 2012. Namun peningkatan unit kerja ini tidak cukup untuk melayani keuangan mikro bagi 240 juta penduduk Indonesia. “Sebab itu, kita harapkan teknologi elektronik perbankan (e-banking), internet banking, bahkan mobile banking ini terus ditingkatkan. Supaya ini tidak sekedar jadi gaya hidup kelas menengah,” katanya.

Pemerintah optimistis penetrasi keuangan mikro ini akan semakin kencang sebab ditunjang juga oleh pertumbuhan trafik data mobile smartphone yang sangat cepat. Trafik data mobile smarthphone diperkirakan akan tumbuh 238 kali dari 2011 sampai 2016. Rata-rata pertumbuhannya tiap tahun sebesar 199 %, yang mencapai 44.452 terabyte per bulan pada 2016.

Sedangkan jumlah smartphone akan tumbuh 6,5 kali lipat antara 2011 sampai 2016, yang mencapai 52 juta unit. Pada bagian lain, jumlah gadget terkoneksi mobile ikut meningkat tajam. Laptop yang terkoneksi mobile misalnya diperkirakan akan tumbuh lima kali lipat antara 2011 dan 2016, mencapai 19 juta unit.