Penguatan Rantai Nilai Halal Nasional Dukung Pertumbuhan Ekonomi

12

SURABAYA-Bank Indonesia (BI) senantiasa mendorong penguatan rantai nilai halal nasional untuk mendukung pertumbuhan ekonomi melalui pembangunan fondasi ekonomi dan keuangan syariah yang kuat, serta didukung oleh terbentuknya infrastruktur yang memadai. Hal ini sejalan dengan upaya penyempurnaan fase awal penerapan cetak biru (blueprint) pengembangan ekonomi dan keuangan syariah bank sentral.

Demikian disampaikan Deputi Gubernur BI , Dody Budi Waluyo, dalam penutupan Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF) 2018,  di Surabaya, Sabtu (15/12).

Shari’a Forum sebagai salah satu acara ISEF menghadirkan tokoh, pakar serta praktisi ekonomi dan keuangan syariah, dan diikuti oleh 8.886 peserta dari dalam dan luar negeri. Beberapa agenda yang dilaksanakan dalam shari’a forum diantaranya High Level Discussion pengembangan ekonomi syariah melalui pesantren, launching buku, Seminar Internasional Jurnal Keuangan Syariah, peluncuran gerakan yang mendukung keuangan sosial syariah seperti National Waqf Caring Day dan Gerakan Indonesia Sadar Wakaf, serta peluncuran platform model pengembangan usaha halal sebagai upaya menuju Indonesia sebagai pusat fesyen muslim dunia.

Sementara penyelenggaraan Shari’a Fair diselenggarakan untuk mendukung pelaksanaan strategi pencapaian rantai nilai halal antara lain melalui acara talkshow penguatan di sektor pertanian terintegrasi (integrated farming), industri pengolahan (halal food and fashion), energi terbarukan (renewable energy), dan wisata halal (halal tourism).

Tercatat sekitar 25.000 pengunjung hadir dan meramaikan shari’a fair, dengan jumlah transaksi (retail, kuliner, dan perbankan) sebesar Rp51,3 miliar, meningkat 53,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam rangka mempertemukan pelaku UMKM dengan calon investor atau lembaga keuangan syariah yang potensial, BI juga turut memfasilitasi ajang pertemuan bisnis antara pelaku UMKM dengan calon investor atau lembaga keuangan syariah yang potensial dalam bentuk business matching dengan nilai transaksi mencapai Rp7,01 triliun selama penyelenggaraan ISEF 2018.

“Komitmen transaksi tersebut terwujud dalam bentuk 51 transaksi yang terdiri dari 11 akad/komitmen pembiayaan antar lembaga keuangan syariah dan 40 kesepakatan/komitmen antara buyer dengan seller,” terangnya.

Berlangsung selama 5 (lima) hari mulai 11 – 15 Desember 2018, penyelenggaraan ISEF Tahun 2018 merupakan komitmen nyata atas dukungan anggota Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) termasuk BI serta instansi/lembaga terkait lainnya untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah sebagai arus baru dalam memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Suksesnya penyelenggaraan ISEF 2018 tidak terlepas dari dukungan dan sinergi berbagai pihak, diantaranya Kementerian dan Lembaga terkait, Lembaga Keuangan Syariah, Pesantren, Perbankan, Lembaga Pendidikan, Pelaku UMKM, dan pihak lainnya. Bank Indonesia menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kerjasama yang diberikan seluruh pihak yang telah terlibat dalam pelaksanaan ISEF 2018.

“Ke depan, BI senantiasa mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia sehingga dapat menjadi daya dorong yang optimal untuk mendukung perwujudan ekonomi nasional yang lebih adil dan merata, sejalan dengan harapan menjadikan Indonesia sebagai pemain utama global (global key player) dalam berbagai sektor industri halal,” pungkasnya.