Penjualan Eceran Agustus 2016 Meningkat

32

JAKARTA-Survei Penjualan Eceran Agustus 2016 mengindikasikan bahwa secara tahunan penjualan eceran mengalami peningkatan. Hal tersebut tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Agustus 2016 yang tumbuh 14,4% (yoy), lebih tinggi dibandingkan 6,3% (yoy) pada Juli 2016.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Tirta Segara menjelaskan, peningkatan penjualan ritel terjadi pada sebagian besar kelompok barang, baik kelompok makanan maupun non makanan. “Secara regional, pertumbuhan penjualan eceran tertinggi terjadi di Denpasar,” ujar Tirta dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/10).

Pada September 2016 ujarnya, penjualan eceran diperkirakan masih tumbuh meningkat. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan IPR September 2016 yang sebesar 15,7% (yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya (14,4%, yoy).

Dia mengatakan peningkatan penjualan eceran diperkirakan terjadi pada mayoritas kelompok barang, kecuali peralatan informasi dan komunikasi. Kelompok makanan diperkirakan tumbuh 17,4% (yoy), lebih tinggi dari 16,2% (yoy) pada Agustus 2016.

Pada kelompok non makanan tambahnya pertumbuhan tertinggi terjadi pada kelompok suku cadang dan aksesoris (28,1%, yoy), diikuti oleh kelompok perlengkapan rumah tangga lainnya (20,3%, yoy), terutama disebabkan oleh penjualan produk elektronik (selain audio/video).  “Survei juga mengindikasikan bahwa tekanan kenaikan harga pada November 2016 diperkirakan meningkat. Indikasi tersebut terlihat dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) 3 bulan mendatang yang meningkat 1,8 poin menjadi sebesar 122,5,” terangnya.

Sementara itu, tekanan kenaikan harga pada 6 bulan mendatang (Februari 2017) diperkirakan juga meningkat dibandingkan bulan sebelumnya, tercermin dari IEH 6 bulan mendatang sebesar 132,4 lebih tinggi dibandingkan 131,4 pada bulan sebelumnya.