Penjualan Eceran April 2016 Melambat

29

JAKARTA-Survei Penjualan Eceran April 2016 mengindikasikan bahwa secara tahunan penjualan eceran tumbuh melambat. Hal tersebut tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) April 2016 yang tumbuh 10,4% (yoy), lebih rendah dibandingkan Maret 2016 yang sebesar 11,1% (yoy).

Dikutip dari situs resmi Bank Indonesia (BI), perlambatan penjualan riil terjadi pada beberapa kelompok komoditas, dengan perlambatan terbesar pada komoditas barang lainnya yang tumbuh -15,3% (yoy), disebabkan oleh penurunan penjualan produk sandang. “Secara regional, pertumbuhan penjualan eceran tertinggi terjadi di Denpasar sedangkan pertumbuhan terendah terjadi di Banjarmasin,” terangnya.

Dijelaskan lebih lanjut, penjualan eceran pada Mei 2016 diperkirakan meningkat dengan tumbuh sebesar 11,3% (yoy). Peningkatan penjualan diperkirakan terjadi pada beberapa kelompok barang, dengan pertumbuhan tahunan tertinggi pada kelompok peralatan informasi dan komunikasi (34,7%; yoy), diikuti oleh kelompok perlengkapan rumah tangga lainnya (15,8%; yoy).

Survei juga mengindikasikan bahwa tekanan kenaikan harga pada Juli 2016 diperkirakan meningkat, seiring meningkatnya permintaan masyarakat menjelang perayaan hari raya Idul Fitri dan musim liburan. Indikasi ini terlihat dari Indeks Ekspektasi Harga (IEH) 3 bulan mendatang yang tercatat sebesar 148,0, lebih tinggi dari 139,7 pada bulan sebelumnya.