Penjualan Paket Wisata ke Vietnam, Indonesia Bukukan Potensi Transaksi Rp204 Miliar

14
Paket Wisata
Ilustrasi

JAKARTA-Indonesia sukses membukukan potensi transaksi Rp204 miliar saat misi penjualan (sales mission) paket wisata yang diselenggarakan di dua kota besar di Vietnam pada 10 dan 11 September 2019 lalu.

Dalam misi penjualan kali ini, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Hanoi untuk mempromosikan dan menjual paket-paket wisata yang ada di Tanah Air.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati, mengatakan Misi Penjualan atau Sales Mission ini bertujuan untuk meningkatkan jejaring dan mengenalkan paket-paket perjalanan wisata yang ada di 10 destinasi prioritas. Selain itu juga untuk memperluas kontak bisnis antara seller Indonesia dan buyer Vietnam.

“Vietnam merupakan pasar yang potensial buat Indonesia. Buktinya saat kami melakukan sales missin di Hanoi, tercatat sebesar Rp120,6 miliar potensinya. Sedangkan di Ho Chi Minh City tercatat Rp83,6 miliar. Bila ditotal selama misi penjualan di Vietnam membukukan potensial transaksi sebesar Rp204 miliar,” katanya.

Dessy menjelaskan, Kemenpar menargetkan sebanyak 123 ribu wisman asal Vietnam yang masuk ke Indonesia sepanjang 2019. Untuk itu, sales mission akan dijadikan ajang mempromosikan destinasi-destinasi unggulan di Indonesia. Destinasi yang dipilih adalah Sumatera Utara, Batam, Bali, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Jawa Barat.

“Pada kegiatan ini, diadakan juga Product Knowledge Session. Kami menghadirkan tiga narasumber untuk memaparkan produk-produk wisata di Indonesia. Khususnya Bali & Beyond (Bromo) dan Borobudur sebagai salah satu destinasi super prioritas. Serta membahas bagaimana strategi penjualan yang baik dan tepat sasaran melalui pendekatan business to business. Selain itu, aktivitas dalam kegiatan ini dimeriahkan dengan pertunjukan kesenian, kuis, dan games,” katanya.