Penjualan Tiket KA Krakatau Dinilai Aneh

105

JAKARTA-Paguyuban Masyarakat Pengguna Kereta Api (PMPKA) menyoroti keanehan dalam penjualan tiket kereta api secara online untuk keberangkatan lebaran. Data transaksi penjualan tiket online untuk keberangkatan 28 Juli 2014 menunjukkan jumlah kursi yang tiba-tiba saja berubah.
“Misalnya, saat posisi penjualan dibuka jam 00.27 WIB untuk kereta ekonomi Krakatau Ekspres (subclass C) = habis. Demikian juga Krakatau (subclass P) = 78 kursi. Padahal tiga menit sebelumnya hanya tersisa 23 kursi,” kata Pengurus PMPKA, Stefanus D Widiyanto, seraya mencontohkan, dari website resmi PT KAI yang berhasil direkam komunitas ini, Selasa, (29/04/2014).

Menurut stefanus, keanehan juga terjadi pada hari yang sama, misalnya pada menit ke 10,  sisa tiket KA Brantas yang semula statusnya tertulis habis, tiba-tiba saja pada menit ke 24 muncul lagi dalam jumlah yang relatif cukup banyak 38 kursi.

Lebih jauh kata Stefanus, hal ini sangat aneh mengingat jika disebabkan karena adanya pembatalan, tentu tidak mungkin. Karena mekanisme pembatalan harus dilakukan di loket stasiun yang online. “Sementara pada jam tersebut belum ada loket stasiun di Jakarta yang buka,” tulisnya.

Pihaknya, lanjut Stefanus,  meyakini alasan ini adanya gagal bayar juga tidak mungkin. Karena untuk reservasi melalui web tiket.com dan Paditrain..batas waktu pembayaran tiket adalah sekitar  1 (satu) jam setelah proses booking dilakukan. “Kalaupun terjadi gagal bayar/tidak dibayar/terlambat dibayar,  maka tiket yang tidak terbayar sesuai batas waktu yang ditentukan akan muncul kembali setelah 1 jam berlalu dari saat booking terjadi,” tulisnya lagi.

Menurut PMPKA, adanya perubahan sisa kursi pada kasus KA Brantas,  dari status Habis di menit ke 10 menjadi bertambah menjadi 38 kursi pada menit ke 24, seharusnya tidak akan terjadi  jika  sistem reservasi yang dijalankan benar-benar online dan real time.  Logikanya penambahan itu tidak akan terjadi setelah melewati batas waktu pembayaran terlewati (gagal bayar). (ek)