Penyusupan Naker China, Menteri Rini Jangan Sepelekan Masalah

86
photo dok bisnis.com

JAKARTA-Penangkapan terhadap 7 orang, di mana 5 di antaranya warga Republik Rakyat China (RRC) di Lanud Halim Perdanakususma Jakarta Timur, Selasa (26/4) lalu mencurigakan. Persoalan ini sangat serius mengingat 5 pekerja asal China tersebut ternyata ‘penyusup’ karena tidak ada ikatan kerja dengan PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) yang tengah mengerjakan pekerjaan proyek kereta cepat di sekitar lokasi tersebut. “Kasus penyusupan tenaga kerja (naker) China yang tanpa dokumen resmi telah melakukan kegiatan ilegal di daerah Halim Perdana Kusumah yang mana daerah itu adalah daerah kekuasaan militer TNI AU jangan dianggap remeh. Penyusupan itu semakin mencurigakan ketika rilis dari PT KCIC yang menyatakan tidak ada kegiatan terkait kereta api cepat di Halim dan belum adanya ijin resmi dari TNI AU terkait penggunaan lahan Halim untuk kereta api cepat,” ujar  Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia Ferdinand Hutahaean di Jakarta, Minggu(1/5).

Menurutnya, penyusupan naker China ini tidak boleh dianggab masalah sepele. Sebab,  patut dicurigai aktifitas tersebut terkait dengan spionase (mata-mata).

Karena itu, dia meminta pemerintah mengirimkan nota protes keras kepada China atas aksi warga negatanya di Indonesia. Persoalan ini tidak bisa didiamkan.

Pemerintah jelasnya tidak boleh asal mendeportasi para pelaku tanpa proses peradilan. Mereka harus disidik atas pelanggaran keimigrasian dan pasal pidana penyusupan memasuki areal tertutup tanpa ijin. Bahkan jika perlu mereka ditahan dan diadili karena melakukan aksi mata-mata di wilayah TNI AU.
Ferdinand sangat menyayangkan pernyataan dari Menteri BUMN Rini Soemarno yang menyepelekan masalah. Padahal, jelas-jelas persoalan spionase ini telah mencabik kedaulatan negara. “Rini salah, dia sebagai mentri harusnya turut serta melindungi segenap tumpah darah Indonesia, bukan malah menyepelekan masalah yang ada,”urainya

Dia menegaskan, aksi penyusupan ini bukan masalah sepele. “Jadi kami minta Rini Soenarno jangan asal bicara. Kami juga mempertanyakan keberadaan selebritis BIN dimana? Mengapa BIN tidak tau ada kegiatan ilegal seperti ini? Apa para selebritis intelijen kita seperti Sutiyoso sedang asik menikmati tangkapannya Samadikun Hartono hingga lupa tupoksinya? Kami desak kepada semua pihak elit negara ini agar jangan menggadaikan republik ini demi ambisi sesat pemerintah ini,” tuturnya.