Perbaikan Pelayanan Pada Investor Tarik Investasi Hingga Rp453,8 Triliun

44
Kepala BKPM Thomas Lembong

JAKARTA-Perbaikan pelayanan publik terhadap investor dalam dua tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla menunjukkan trend positif dengan keberhasilan menarik Penanaman Modal Asing (PMA) yakni sebesar Rp 453,8 triliun.

Data  Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) periode Januari 2015-Juni 2016 menunjukkan adanya kenaikan signifikan realisasi investasi PMA sebesar Rp 453,8 triliun atau naik 32,5% bila dibandingkan dengan tiga periode semester sebelumnya, periode Juni 2013-Desember 2014 yang berada di level Rp 342,4 triliun.

Kepala BKPM Thomas Lembong menyatakan kenaikan investasi tersebut akan terus ditingkatkan dengan melakukan penajaman dari sisi deregulasi kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah. “Pelayanan publik kepada investor menjadi ujung tombak dari upaya pemerintah untuk terus memperbaiki iklim investasi,” ujarnya.

Dari data yang dirilis oleh BKPM dalam periode 3 semester pelaporan investasi, jumlah proyek investasi mengalami kenaikan sebesar 145,9% dari sebelumnya 10.953 proyek menjadi 26.932 proyek. Sementara penyerapan tenaga kerja naik tipis 4,1% dari 1,21 juta menjadi 1,26 juta tenaga kerja.

Dari daftar negara-negara penyumbang investasi, China termasuk Hong Kong merupakan negara yang kenaikannya meningkat signifikan. Investasi Hong Kong naik dari USD 0,8 miliar menjadi US$2 miliar atau naik 155%, sedangkan China naik dari US$0,8 miliar menjadi US$1,6 miliar atau naik 78%.

Selain itu, menurut Kepala BKPM, investasi juga datang berkat kunjungan promosi investasi yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo. Dari hasil kunjungan kenegaraan Presiden RI ke AS, Belanda, Belgia, Inggris, Jerman, Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan China, pemerintah mengidentifikasi 110 minat investasi senilai US$201 miliar. “Dari jumlah tersebut US$32 miliar atau 16% telah mendapat Izin Investasi dan dalam proses realisasi, sementara US$169 miliar atau 84% masih terkendala, baik terkendala problem internal perusahaan maupun kendala yang ditemui di Indonesia,” ungkapnya.