Perbankan Asing Dukung Pemulihan Ekonomi Indonesia

114

JAKARTA-Managing Director dan Head of Institutional Banking Group PT Bank DBS Indonesia (DBSI),  Dani Prabawa, menyambut baik  tercapainya kesepakatan  fasilitas pinjaman sindikasi dengan 20 bank senilai setara US$500 juta kepada PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (“CPIN”) sebagai bukti kepercayaan yang diberikan oleh Bank-bank peserta sindikasi lainnya terhadap ekonomi Indonesia secara umum dan juga terhadap performa CPIN khususnya. “Di tengah kondisi ekonomi seperti saat ini, DBS tetap berkomitmen untuk memberikan dukungan terhadap CPIN serta terhadap pemulihan ekonomi Indonesia. Kami meyakini sektor pakan ternak, peternakan ayam serta produk turunannya tetap menarik mengingat besarnya jumlah penduduk, serta meningkatnya daya beli masyarakat serta tingkat konsumsi protein hewani yang masih dapat ditingkatkan di Indonesia. CPIN sebagai perusahaan poultry terintegrasi terbesar di Indonesia memiliki kapasitas untuk dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk dapat lebih berkembang lagi di kemudian hari,” jelas dia di Jakarta, Senin 921/10).

Melalui dukungan dari kalangan perbankan, CPIN optimis dapat berkembang mengikuti dinamika perekonomian terkini dan memaksimalkan seluruh potensi bisnis di pasar Indonesia. Ini akan semakin memperkokoh posisi CPIN sebagai pemimpin industri poultry di Indonesia dan meningkatkan kepercayaan kalangan perbankan yang setia mendukung bisnis CPIN.

Sebelumnya, pasca 1998 CPIN telah dua kali meraih fasilitas pinjaman sindikasi, yakni pada tahun 2007 sebesar setara US$ 125 juta dan pada tahun 2011 sebesar setara US$ 250 juta. Pada fasilitas sindikasi tahun 2013 ini, dana pinjaman tetap akan terdiri dalam dua mata uang, yakni dollar AS dan Indonesia rupiah dengan tujuan untuk menjaga keseimbangan agar portfolio pinjaman antara mata uang lokal dan asing tercapai di  komposisi 50%:50%. Komposisi ini menurut manajemen perusahaan adalah komposisi yang cukup ideal dimana di satu sisi biaya bunga dapat ditekan, dan dilain sisi resiko terhadap fluktuasi mata uang asing masih tidak akan membahayakan posisi keuangan perusahaan, sehingga dana dari pinjaman sindikasi ini akan mendorong pertumbuhan di semua segmen bisnis. 

Dengan diperolehnya fasilitas pinjaman sindikasi setara US$500 juta ini, CPIN tetap akan menerapkan konsep kehati-hatian dalam menjalankan usahanya, dan pinjaman ini belum tentu akan terpakai secara penuh dalam waktu dekat ini, karena ada sebagian yang dicadangkan sebagai cadangan kegiatan usaha. Namun dalam keadaan fasilitas ini terpakai seluruhnyapun, performa finansial CPIN masih sehat dan kuat,  Debt to Equity ratio hanya akan mencapai 0.68x, Debt/EBITDA 1.5x, sebuah level yang relatif rendah.