Perekonomian Indonesia Masih Melemah

40

JAKARTA-Indikasi melemahnya pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan telah dikonfirmasi oleh pemerintah melalui anggaran belanjanya. Walaupun pemerintah memasang angka lebih rendah dari yang sebelumnya di 6% untuk PDB 2014, proyeksi tersebut masih jauh lebih optimistis dari harapan banyak pihak.

Analisa harian PT Samuel Sekuritas menyebutkan  perbaikkan keseimbangan eksternal sepertinya juga masih akan diusahakan sampai tahun depan. Kenaikkan jumlah subsidi bahan bakar yang tidak terlalu besar menandakan usaha pemerintah untuk meredam konsumsi bahan bakar impor yang mana telah membebani neraca perdagangan beberapa kuartal terakhir. Akan tetapi dilema akan ditemui jika berbicara performa sektor otomotif yang sedikit banyak diuntungkan dengan bensin murah. Usaha mencapai target pertumbuhan 6% sepertinya akan sulit jika pertumbuhan sektor otomotif tidak bisa menutupi lambatnya ekspor yang sepertinya masih akan terus terjadi di 2014.

Pasar obligasi Senin (28/10) terasa sepi menjelang pengumuman hasil rapat The Fed di penghujung Oktober dan data inflasi beserta neraca perdangan Indonesia di hari pertama November. Akan tetapi aksi beli masih terus mewarnai perdagangan kemarin disertai dengan beberapa aksi ambil untung. FR58 diperdagangankan di kisaran 107.50-107.85 sementara FR 70 berada di kisaran 110.50. Secara umum harga ditutup 25-50bps lebih tinggi dibandingkan perdagangan hari sebelumnya terutama pada tenor jangka menengah dan panjang. Tingkat imbal hasil untuk tenor 5, 10, 20 tahun sekarang berada di kisaran 6.5%, 6.9% dan 7.6%. (SSI Fixed Income Department)