Perekonomian Indonesia Semakin Baik

46

JAKARTA-Semakin buruk data perekonomian AS maka semakin baik pengaruhnya untuk perekonomian Indonesia, paling tidak dalam jangka pendek. Penundaan tapering akan menjaga likuiditas dollar yang dibutuhkan untuk membiayai defisit neraca pembayaran dan kebutuhan pembayaran kewajiban luar negeri swasta.

Sementara itu dari data yang diumumkan oleh Bank Indonesia (BI) , terlihat keenggangan perusahaan lokal untuk melakukan pinjaman dollar. Data bulan Agustus menunjukkan sektor swasta hanya meminjam USD9 atau 3 bulan lebih rendah dari bulan sebelumnya yang USD11.1 bulan. Bank sentral juga menyadari risiko gagal bayar di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar dan perlambatan perekonomian. Data memperihatkan tiga sektor utama – Jasa, Tambang dan Manufaktur – menguasai 87% dari total pinjaman luar negeri yang sebesar USD135.2 bulan. “BI akan tetap menjaga nilai tukar untuk memenuhi target ganda; nilai tukar rupiah harus cukup kuat sehingga tidak meningkatkan risiko gagal bayar dan harus cukup lemah untuk membantu perlambatan impor sehingga defisit bisa pulih,Analis valas PT Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih di Jakarta, Rabu (23/10).

Sementara itu, lelang Selasa (22/10) berhasil menyerap bid sebesar IDR33.7tln dimana pemerintah hanya memenangkan sebesar IDR12tln, terbanyak dimenangkan adalah seri FR69 sebanyak IDR4.8tln. Sedikitnya penyerapan oleh pemerintah membuat pasar sekunder obligasi mengalami rally setelah hasil lelang diumumkan. Seri-seri teraktif yang diperdagangkan setelah diumumkannya hasil lelang adalah seri FR68 dan FR71 yang menguat 150 – 300bps. Secara umum harga ditutup menguat pada perdagangan kemarin. Meningkatnya jumlah bid yang masuk pada seri dengan tenor menengah (FR71 – TTM 15.5) mencerminkan meningkat nya confidence investor pada pasar Indonesia untuk bermain pada tenor yang lebih panjang. (SSI Fixed Income Department)