Perkebunan Sawit Dukung Pembangunan Berkelanjutan

34

JAKARTA-Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan menekankan bahwa perkebunan sawit telah membantu Indonesia dalam meraih Target Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) 2030. “Karena sawit ini menyangkut masalah ‘no poverty’, SDGs nomor satu, jadi ya mereka harus sadar bahwa dampaknya itu terhadap kemiskinan jadi akan besar kalau sampai itu di-banned atau di-passing out dari Eropa,” kata Luhut usai memberikan pidato kunci dalam seminar nasional Badan Lingkungan Hidup PBB (UN Environment) tentang SDGS di Jakarta, Senin, (20/8/2018).

Menko Kemaritiman juga mengklaim bahwa PBB berpihak pada Indonesia tentang sawit untuk meningkatkan perekonomian petani kecil d berbagai daerah di Indonesia, khususnya di luar Pulau Jawa.

Saat menyampaikan pidato kuncinya, Luhut sempat bertanya kepada Sekretaris Eksekutif Fasilitas Pembiayaan Pertanahan Tropis (TLFF) UN Environment Satya Tripathi tentang komitmen dukungan PBB untuk pemberdayaan petani sawit. “Ya, mereka akan bantu, seperti dari Pak Satya, merasa Indonesia benar, ‘kan ini negara-negara berkembang umumnya, jangan dong ada ‘double standrad’, jadi mereka banyak yang dukung,” kata dia.

Menurut Luhut, TLFF telah berkomitmen melaksanakan program bernilai beberapa ratus juta dolar AS, dan salah satunya tengah berlangsung di Jambi. “Ya, dari ‘planting’ mereka punya program itu dan saya lihat sudah ada berapa ratus juta yang sudah mulai, saya belum tahu berapa jumlah pastinya, tapi sudah mulai mereka kasih program di Jambi,” kata dia.

Seminar Nasional Keberlanjutan untuk Semua: Menuju Peta Jalan SDGs Terfokus di Indonesia di Jakarta diselenggarakan UN environment, TLFF dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman untuk mempercepat pelaksanaan peta jalan untuk meraih SDGs di Indonesia.

Pembukaan seminar tersebut juga dihadir Direktur Eksekutif UN Environment Erik Solheim, Wakil Menteri Kementerian Luar Negeri AM Fachir dan Deputi Bidang Pembangunan Masyarakat dan Kebudayaan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Dr. Subandi Sardjoko. ***