Perluas Akses Pasar, Mendag Pimpin Misi Dagang ke Jepang

27
Mendag,Enggartiasto Lukita

JAKARTA-Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus berupaya untuk memperluas akses bagi produk-produk Indonesia dengan menyasar pasar Jepang.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita sendiri akan memimpin delegasi misi dagang Indonesia ke Negeri Matahari Terbit ini pada 28-30 November 2017.

“Dengan misi dagang ini, diharapkan Jepang dapat meningkatkan komitmennya untuk memberikan akses lebih luas bagi produk-produk Indonesia terutama produk makanan, produk pertanian dan perikanan, serta jasa tenaga kerja terampil seperti perawat, pengasuh, dan tenaga kerja terampil lainnya. Selain itu, juga membuka peluang kerja sama untuk mendorong produk Indonesia masuk ke pasar Jepang melalui sistem distribusi ritel yang ada di Jepang,” ujar Mendag Enggar.

Misi dagang kali ini diikuti 21 perusahaan yang terdiri dari berbagai sektor usaha, antara lain makanan olahan, produk herbal, tekstil dan produk tekstil, produk-produk kreatif (mainan, fesyen, furnitur, teknologi, dekorasi rumah), kertas, minyak kelapa sawit dan turunannya, minyak esensial, produk-produk manufaktur (ban, pupuk), serta energi terbarukan.

“Melalui misi dagang ini diharapkan pelaku usaha Indonesia dapat meningkatkan ekspor berbagai komoditas, baik yang selama ini telah masuk ke Jepang maupun yang belum,” tandasnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, nilai total perdagangan nonmigas Indonesia-Jepang pada periode tahun 2012-2016 memperlihatkan pertumbuhan yang negatif sebesar 14,70%. Namun demikian, total perdagangan Indonesia-Jepang pada periode Januari-September tahun 2017 tercatat USD 23,8 miliar dan memberikan surplus bagi Indonesia sebesar USD 2,5 miliar. Nilai ini meningkat 11,63% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai USD 21,3 miliar.

Produk ekspor utama Indonesia ke Jepang pada tahun 2016 antara lain batubara, biji tembaga, nikel, kayu lapis, udang, kertas dan produk kertas, minyak sawit dan turunannya, furnitur, kopi, alas kaki, pakaian, dan ban kendaraaan bermotor.

Menurut Mendag, misi dagang ini merupakan tindaklanjut dari pertemuan Mendag dengan Delegasi JETRO yang

dipimpin Wakil Presiden JETRO Yuri Sato pada 10 Agustus 2017 lalu di Kantor Kemendag, Jakarta. “Pada pertemuan tersebut pihak kedua pihak berkomitmen meningkatkan hubungan kerja sama kedua negara di bidang ekonomi dan perdagangan. Saat itu, JETRO mengundang para pelaku usaha Indonesia mengunjungi Jepang dan akan mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan pelaku usaha Jepang,” imbuh Mendag.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Arlinda menyampaikan, Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) dan JETRO Kantor Jakarta telah memiliki nota kesepahaman (MoU) yang meliputi pengembangan produk UKM untuk pasar ekspor; peningkatan kemampuan UKM dalam kegiatan usaha; peningkatan ekspor produk-produk bernilai tambah; peningkatan keterlibatan produk Indonesia dalam rantai nilai global; pengembangan pasar-pasar ekspor baru; serta peningkatan promosi, fasilitasi, dan kerja sama teknis bagi pelaku usaha nasional.

“Ini merupakan upaya mendorong peningkatan kerja sama ekonomi dan perdagangan kedua negara. Sebagai mitra utama di pasar tradisional bagi Indonesia, pertemuan Mendag dengan berbagai pihak di Jepang sangat penting dan berarti,” jelas Arlinda.

Para pelaku usaha Indonesia dijadwalkan bertemu dan berinteraksi langsung dengan mitra bisnisnya dalam kegiatan forum bisnis dan one on one business matching. Setelah pelaksanaan forum bisnis dan one on one business matching, Mendag dijadwalkan berkunjung ke AEON untuk menyaksikan penandatangan nota kesepahaman antara Dirjen PEN, Kemendag dengan Chairman AEON. Kerja sama ini merupakan upaya peningkatan ekspor fast-moving consumer goods (FMCG) Indonesia ke Jepang melalui jaringan ritel AEON. AEON merupakan salah satu supermarket terbesar di Jepang yang memiliki lebih dari 3000 gerai di seluruh Jepang dan negara lainnya mencakup toko ritel, drugstore, maupun supermarket.

Mendag juga dijadwalkan bertemu dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang (METI) Hiroshige Seko, Federasi Bisnis Jepang Keidanren, Secretary General of Liberal Democratic Party Toshihiro Nikai, Former Prime Minister of Japan yang juga merupakan President of Japan–Indonesia Association (JAPINDA) Yasuo Fukuda. Pertemuan ini dimaksudkan untuk mempererat hubungan bilateral kedua negara. Mendag juga dijadwalkan bertemu dengan President & CEO of Mitshubishi Corporation serta diaspora Indonesia yang berada di Jepang.

“Kita berharap, misi dagang ini dapat memperoleh hasil yang maksimal, sehingga ekspor kita ke Jepang dapat terus meningkat,” pungkas Arlinda.