Perpustakaan MPR Dikunjungi 1125 Orang

17

JAKARTA-Perpustakaan MPR ternyata cukup tinggi diminati pengunjung. Dari 25 stand pameran yang diikuti kementerian, lembaga dan instansi Perputakaan MPR menduduki lima besar. Dengan jumlah pengunjung 1125 orang.

Berdasarkan data, posisi pertama diduduki Stand Perpustakaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dengan jumlah pengunjung hampir mencapai 2000 orang, BNPT sebanyak 1.500 pengungjung, DPR sekitar 1.500, Perpustakaan Mahkamah Agung 1.174 dan perpustakaan MPR 1.025 pengunjung.

“Melalui pameran yang berlangsung meriah diikuti acara Bicara Buku yang dipenuhi peserta, Perpustakaan MPR semakin mempertegas tersedianya pelayanan serta kumpulan dukungan data, informasi, publikasi, dan dokumentasi sektoral melalui peran perpustakaan,” kata Sekjen MPR RI, Ma’ruf Cahyono dalam diskusi buku “Seteru 1 Guru, Pergulatan 3 Murid Tjokroaminoto”, Jakarta, Kamis (18/8/2016).

Menurut Ma’ruf Cahyono, memberi apresiasi melihat banyaknya pengunjung dari rangkaikan kegiatan perpustakaan MPR itu. Acara yang berlangsung 15 sampai 16 Agustus 2016 bertepatan dengan rangkaian Sidang Tahunan MPR RI yang berdekatan dengan Hari Kemerdekaan RI, dihadiri pengunjung 14.132 pengunjung.

Menurutnya, kegiatan itu bisa sebagai media penyampaian secara visualisasi kepada khalayak teladan dan terpilih di seluruh Indonesia yang menghadiri kegiatan Sidang Tahunan dan Sidang Penyampaian Nota Keuangan.

Adapun diskusi buku “Seteru 1 Guru, Pergulatan 3 Murid Tjokroaminoto” merupakan novel sejarah perjuangan Republik Indonesia yang ditulis secara apik dan menarik oleh Haris Priyatna, disajikan secara langsung oleh penulisnya. Selanjutnya dibahas oleh Usman Abdhali Watik, MSi. dari KIP, dan Muslim, SHi. MM sebagai anggota DPR Komisi X. Acara itu sendiri dibuka oleh Syumanjaya, anggota MPR.

Puncak acara Bicara Buku yang disesaki audiens itu dimoderatori oleh Ibu Sri Haryanto, mantan Sekjen DPR RI, dan dihadiri juga oleh Hajriyanto Thohari dan A.B. Kusumo.

Selain menggelar diskusi buku, sejumlah guru dari Kabupaten Polewali Mandar dan NTB mendapatkan buku dan sertifikat. Mereka antara lain, Hermansyah, Siti Arras, Abidin Deang (Polewali), Baharudin, Siti Akmal dan Supriadi (NTB). ***