Pertama di Dunia, BI Luncurkan Layanan P to P Transfer

54

JAKARTA-Bank Indonesia (BI) terus mendorong program financial inclusion dengan meluncurkan kirim uang antar-operator seluler dan pilot project branchless banking. Layanan branchless banking ini akan memudahkan masyarakat yang berada di daerah terpencil atau remote area untuk bertransaksi keuangan melalui uang elektronik,  baik transfer dana maupun pembayaran. Dengan kemajuan teknologi dan juga mempertimbangkan bahwa penetrasi telepon genggam yang sangat luas, layanan Person to Person Transfer  (P to P transfer) yang disediakan oleh operator seluler akan berpotensi digunakan secara luas oleh masyarakat karena kemudahan dan kenyamanan penggunaannya. Layanan P to P transfer antar operator seluler di Indonesia ini merupakan yang pertama di dunia,” ujar  Gubernur  BI Darmin Nasution saat meluncurkan beberapa program dan produk terkait keuangan inklusif yaitu berupa kirim uang antar operator seluler, pilot project branchless banking di Jakarta, Rabu (15/5).

Saat ini, kata dia jumlah uang elektronik berbasis server yang telah diterbitkan oleh perusahaan telekomunikasi mencapai 12 juta.

Ujicoba branchless banking ini melibatkan lima bank, yakni BRI, Mandiri, CIMB Niaga, BTPN, dan Bank Sinar Harapan Bali. Juga melibatkan tiga operator telepon seluler terbesar di Indonesia, yakni Telkomsel, XL dan Indosat untuk layanan pengiriman uang elektronik lintas operator.  Untuk lebih mendorong perluasan layanan, BI melakukan fasilitasi untuk menciptakan sinergi kerjasama bisnis antar pelaku sistem pembayaran, yaitu dengan melakukan interkoneksi antar ketiga perusahaan telekomunikasi tersebut.

Interkoneksi layanan transfer antar operator seluler tersebut bertujuan untuk efisiensi industri sistem pembayaran dan diharapkan dapat mendorong percepatan adopsi uang elektronik secara massal. Selain itu juga akan memberikan lebih banyak kemudahan bagi nasabah untuk melakukan transfer dana dan ke depannya layanan pembayaran lintas operator serta mendukung keuangan inklusif.

Sementara itu, jelas dia layanan keuangan yang diberikan melalui branchless banking merupakan layanan sistem pembayaran dan perbankan terbatas yang ditujukan untuk memenuhi kepentingan ekonomi masyarakat unbanked dan underbanked, seperti layanan transfer dana, pembayaran, tabungan, dan pembiayaan usaha produktif. Dalam hal ini, pemberian layanan dilakukan tidak melalui kantor fisik bank/perusahaan telekomunikasi namun dengan menggunakan sarana teknologi dan jasa pihak ketiga yang disebut sebagai Unit Perantara Layanan Keuangan (UPLK) dan juga melalui Tempat Penguangan Tunai (TPT).

Hal lain yang dilakukan oleh Bank Indonesia sebagai upaya untuk mendukung peningkatan keuangan inklusif dengan memberdayakan serta meningkatkan perekonomian masyarakat adalah melakukan fasilitasi bersama Pemerintah Daerah (Pemda) dan instansi terkait seperti Kemendag dalam penyediaan sistem informasi terkait harga komoditas yang bermanfaat bagi petani atau individu/unit ekonomi produktif setempat dan juga masyarakat luas sekaligus mengurangi asymmetric information. “Sebagai tahapan awal, telah tersedia sistem informasi di tiga provinsi, yaitu Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat berbasis website bahkan di Jawa Tengah dan Jawa Timur juga dapat diakses menggunakan SMS. Selanjutnya akan dilakukan perluasan ke berbagai provinsi lain dengan lingkup informasi yang sesuai kebutuhan masyarakat setempat dan lebih akurat,” jelas dia.