Pertemuan Jokowi-SBY Hilangkan Saling Curiga

57

JAKARTA-Ketua MPR Zulkifli Hasan menilai pertemuan Presiden Joko Widodo dan Presiden RI Ke 6, SBY sebagai bentuk silaturahmi yang positif. Hal itu demi membangun kepentingan bangsa ke depan. “Dengan silaturahmi itu, setidaknya setengah permasalahan bangsa bisa selesai. Memang harus ditradisikan,” katanya saat menemui korban penggusuran Bukit Duri, Kampung Aquarium dan Kalijodo yang tinggal dan bertahan di Sekretariat Ciliwung Merdeka, Tebet, Jum’at (10/3/2017).

Menurut Zulhas sapaan akrab Zulkifli Hasan, pertemuan tersebut harus sering dilakukan pasalnya negara sebesar Indonesia tidak dapat di kelola seorang diri.”Itu bagus sekali itulah yang seharusnya terjadi di Republik ini silaturahim saling ketemu,” ujarnya.

Terlebih lanjut Zulkifli dengan sering di lakukannya pertemuan akan menghilangkan kecurigaan seperti yang sebelumnya kerap di beritakan awak media .”Dengan ketemu ┬áitu kalau ada orang marah, dengan ketemu separuh marah hilang, kalau kita ketemu seperti ini yang saling curiga itu separuh curiganya hilang jadi silaturahim ketemu itu bagus sekali,” tambahnya.

Untuk ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN) memberikan apresiasi yang tinggi terhadap pertemuan dua tokoh besar yang diharapkan selama ini oleh publik.

Kehadiran Ketua MPR disambut langsung oleh Koordinator Ciliwung Merdeka Sandyawan Sumardi, Tokoh masyarakat Jaya Suprana serta puluhan perwakilan korban penggusuran Jakarta.

Nafsiyah, korban penggusuran asal Bukit Duri mengadukan nasibnya yang digusur tanpa ganti rugi padahal selalu membayar PBB
“Terima kasih bapak Ketua MPR mau dengar keluhan warga. Selama ini kami ketakutan pak karena tidak ada yang melindungi,” katanya.

Senada dengan Nafsiyah, Korban penggusuran asal Kampung Aquarium Darma Yani juga kehilangan rumahnya tanpa ganti rugi
“Tanpa memperdulikan anak kecil, kami dianggap musuh negara karena diusir tanpa musyawarah. Apakah kami musuh negara?”

Menanggapi pengaduan tersebut, Zulkifli Hasan menegaskan langkah yang dilakukan Pemprov kurang elok. “Pemimpin harusnya berpihak pada rakyat. Perlakukan rakyat sebagai saudara,” pungkasnya. ***