Pertumbuhan Bisnis Indonesia Eximbank Sedikit Melambat

61

JAKARTA-Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Indonesia Eximbank) mengaku, bisnisnya sedikit terhambat khususnya di sektor ekpor menyusul terjadinya krisis ekonomi yang melanda sejumlah negara Eropa. Namun  perlambatan pertumbuhan ini  hanya sementara.
Direktur Pelaksana Eximbank Isnen Sutopo mengatakan, semester 1 tahun 2013 ini memang sedikit terhambat dengan adanya krsisi ekonomi yang terjadi di Eropa.  “Saat krisis ekonomi eropa memang ekportir-ekportir dipasar ada penurunan pada semester 1 kemren. Memang pengaruhnya sedikit saja,” ujar Isnen usai melakukan penandatanganan kerjasama di Jakarta, Selasa (25/6).

Akan tetapi, dia optimis pada semester 2 tahun 2013 ini Eximbank akan mengalami surplus, mengingat saat ini perekonomian global sudah mengalami peningkatan sedikit-sedikit. “Kita akan surplus di semester 2, kemaren ada krisis di eropa, ekspor berpengaruh. Tapi saya yakin semester 2 ini akan membaik,” tukasnya.

Isnen sendri berharap, agar target-target yang telah ditentukan oleh perusahaan bisa tercapai, dimana ini semua terkait dengan optimisnya perusahaan akan mengalami surplus pada semester 2 ini.

Sementara itu lanjut Isnen, Eximbank juga telah menargetkan asetnya hingga akhir tahun 2013 ini mencapai Rp40 triliun, ini meningkat bila dibandingkan akhir tahun 2012 lalu aset perusahaan hanya sebesar Rp33,51 triliun. “Target aset kita itu sekitar Rp40 triliun, terakhir itu Rp33,51 triliun pada Desember 2012. Saya harap ini juga bisa tercapai. Karena mengingat saat ini saja aset perusahaan sudah mendekati itu,” tutup Isnen.