Pesantren Berperan Sebagai Agen Pemberdaya Ekonomi Masyarakat

26
Menperin Saleh Husin secara simbolis menyerahkan wakaf sebanyak 500 Al Qur'an dalam peresmian gedung Al-Aqsa di pesantren modern Darul Mukhlisin, Bandung (25/6)

BANDUNG-Pesantren  memiliki potensi besar dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya pengembangan industri kecil dan menengah (IKM). Peran lainnya ialah menumbuhkan wirausaha baru yang gigih, pekerja keras, memiliki jejaring luas dan terampil. “Sebagai lembaga pendidikan berbasis keagamaan yang mandiri dan menjadi panutan dalam kehidupan masyarakat, pesantren memiliki peran sebagai agen pembangunan SDM. Sehingga, pesantren dapat mendidik wirausaha baru melalui pelatihan serta penyebaran informasi bisnis dan teknologi di pesantren,” kata Menteri Perindustrian (Menperin), Saleh Husin di sela-sela kunjungannya ke Pesantren Modern Darul Mukhlisin di Desa Tenjolaut, Cikalong Wetan, Bandung Barat untuk meresmikan gedung belajar Al-Aqsa, Sabtu (25/6).

Selain itu, keberadaan pesantren juga dapat berperan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat. Menilik lahan yang luas, ujar Menperin, memungkinkan pengembangan industri olahan pangan dan industri kecil menengah lainnya yang melibatkan siswa pesantren dan masyarakat sekitar.

Menperin juga melakukan peletakan batu pertama bangunan masjid di komplek lahan pesantren. Rencananya masjid akan berlantai tiga seluas 2350 meter persegi untuk menampung 1900 jamaah.

Selain itu, Menperin melakukan penyerahan wakaf Al-Qur’an dan Juz’amma secara simbolis, yang merupakan bagian dari 500 Al-Qur’an dan merupakan wakaf dari Sinar Mas group. “Pesantren kami memadukan kurikulum modern dan kurikulum Pondok Pesantren Gontor. Diharapkan suasana belajar menumbuhkan kemandirian, kesejahteraan, kecerdasan, dan kebebasan serta keterbukaan berpikir,” ujar pendiri Pesantren Modern Darul Mukhlisin, Muchlis Patahna yang mengungkapkan pembukaan pesantren ini diresmikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla pada tahun lalu.

Turut hadir Wakil Sekjen MUI Najamudin Ramli, anggota DPR RI Komisi X (bidang pendidikan) Dadang Rusdiana, tokoh pendidikan Anwar Arifin, Hakim Agung Surya Jaya dan Bupati Bandung Barat Abu Bakar. Mendampingi Menperin ialah Direktur Industri Tekstil, Kulit, Alas Kaki, dan Aneka Kemenperin, Muhdori.

Sebelum menyambangi pesantren ini, Menperin mengunjungi pabrik kain rajut dan brokat PT Sinar Para Taruna (Sipatatex group) di Batujajar, Kabupaten Bandung Barat. Produknya diekspor ke 28 negara dan juga ke pasar lokal termasuk ke sentra kain seperti Mayestik, Tanah Abang dan memasok ke industri konveksi.