Peta Politik Berubah, Setnov Menguat di Munaslub

49

JAKARTA-Gerilya para caketum Partai Golkar makin kencang dan tak bisa lagi dihadang. Beberapa kandidat terus melakukan lobi-lobi. Peta kekuatan terus berubah, bahkan saat ini Caketum Setya Novanto (SN) disinyalir memiliki peluang paling kuat terpilih. Rencananya Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar akan mulai digelar 15-17 Mei, di Nusa Dua, Bali.

Demikian kata Pengamat politik Poltracking Institute Hanta Yudha di Jakarta, Jumat (13/5/2016). Dia menambahkan ada tiga faktor yang menentukan kemenangan pada Munaslub Partai Golkar saat ini.
“Calon kuat lain yang menempati posisi kedua adalah Ade Komarudin yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPR RI. Lalu menyusul calon ketiga yakni Mr X yang akan mewakili enam calon lainnya,” tambahnya.

Pertama, faktor uang atau logistik. Hal ini sangat penting karena faktor logistik sangat menentukan masa depan Partai Golkar, paling tidak untuk tiga tahun ke depan.
Kedua, faktor sinyal dukungan pemerintah. Dukungan pemerintah ini, kata dia, akan menjadi sinyal atau energi politik bagi sang calon. “Namun, pemerintah diingatkan jangan terlalu jauh mendukung, apalagi memberikan dukungan secara terbuka,” katanya.

Ketiga, kedekatan dengan Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie (ARB). Dalam konteks ini, Setya Novanto sangat kuat karena memiliki kedekatan dengan ARB.
Novanto juga merupakan figur yang nyaris memiliki tiga hal yang menjadi prasyarat utama kemenangan pada Munaslub kali ini. Lalu diikuti oleh Ade Komarudin.

Faktor Pemilih

Hanta Yudha lebih jauh mengatakan, selain tiga faktor utama penentu kemenangan di Munaslub Partai Golkar, ada empat hal yang juga menjadi faktor yang tidak kalah penting yang akan dipertimbangkan para pemilih, tetapi sudah menjadi tradisi di partai berlambang beringin itu.

Pertama, faktor ideologi. Para pemilih akan memilih pemimpin yang memiliki ideologi kuat, yang bisa membuat Partai Golkar akan menjadi partai yang kuat, besar dan jaya.

Kedua, faktor posisi. Para pemilih akan memilih calon yang bisa menjanjikan posisi yang aman untuk mereka. “Apalagi yang punya hak pilih di Golkar itu kan para elite partai. Mereka tidak mau posisinya terganggu,” katanya.

Ketiga, faktor hukum. Mereka akan mencari calon yang bisa memberikan rasa aman kepada mereka. “Saya memilih dia, yang penting saya aman. Kira-kira seperti itulah,” kata Hanta Yudha.

Keempat, memiliki basis ekonomi yang kuat. “Dari semua kriteria itu, saya prediksikan ada tiga nama yang kuat. Pertama Setya Novanto. Disusul Ade Komarudin dan ketiga Mr X tadi,” katanya.

Hanta Yudha juga malah melihat ada kemungkinan terjadi aklamasi, di mana Setya Novanto akan menjadi ketua umum dan posisi Ade Komarudin sebagai Ketua DPR. ***