Petrus: Ahok-Djarot Sebaiknya Rangkul Agus-Sylvi

105
Cagub DKI Jakarta, Agus Harimusti Yudhoyono

JAKARTA-Pasangan cagub-cawagub DKI nomor urut 1 Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)-Sylviana Murni memberikan selamat atas kemenangan pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat beberapa saat setelah tereleminasi dari putaran pertama pilkada DKI Jakarta berdasarkan perhitungan cepat (quick count) beberapa lembaga survei.

Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Salestinus mengatakan sikap sportif pasangan Agus-Sylvi yang langsung melakukan kontak telepon  kepada Ahok-Djarot dalam pilgub putaran pertama patut diapresiasi, sebagai sikap anak muda yang kesatria dan mengerti fatsun politik.

Karena itu akan lebih baik kalau fatsun politik itu terus berlanjut dan ditingkatkan dengan ajakan dialog dari Ahok-Djarot menjadi hubungan yang bersifat dialogis dari hati ke hati secara face to face, untuk menjalin komunikasi secara konstruktif sebagai sesama calon pemimpin membagun Jakarta dan bangsa ini di masa yang akan datang. Hubungan komunikasi itu bukan saja antara Agus-Sylvi dengan Ahok-Djarot akan tetapi juga akan lebih baik dibangun komunikasi dan/atau dialog antara Ahok-Djarot, Anies-Sandi bersama Agus-Sylvi demi mendinginkan suasana sesuai dengan adat ketimuran,” ,” ujar Petrus di Jakarta, Kamis (16/1).

Meski sudah membangun komunikasi dengan Ahok-Djarot sebagai sebuah fatsun politik, Petrus berharap agar hubungan komunikasi yang sudah dimulai antara Agus-Sylvi dengan Ahok-Djarot melalui kontak telepon itu, seyogianya tidak hanya sekedar memenuhi tradisi fatsun politik semata-mata. Namun harus lebih ditingkatkan lagi menjadi hubungan yang bersifat dialogis dan terbuka untuk saling menyamakan persepsi dalam membangun bangsa ini ke depan. “Agus-Sylvi boleh saja mengalami kesuksesan yang tertunda, akan tetapi kontribusi pemikiran untuk sama-sama mebangun Jakarta demi bangsa ini ke depan sangat diharapkan publik,” urainuya.

“Tidak ada hal yang lebih baik dari pada saling menjelekan dalam kampanye, selain dari pada membangun komunikasi dan kerjasama yang lebih konstruktif untuk masa depan Jakarta dan bangsa yang lebih baik di masa yang akan datang,” terangnya.

 

Dia menjelaskan, dengan pengalaman Agus-Sylvi pada bidang tugas dan profesi masing-masing, berikut pengalaman panjang dan melelahkan selama masa kampanye pilgub, kiranya sangat beralasan untuk dilakukan dialog secara face to face.

Dialog ini  sangat urgent guna memformulasikan semua konsep atau pemikiran yang selama kampanye nampak masih tercecer. “Kiranya dengan dialog secara timbal balik, Ahok-Djarot dan Agus Sylvi di satu pihak dan Ahok-Djarot dan Anies-Sandi di pihak yang lain, dapat memberikan kontribusi berupa lahirnya pemikiran yang konstruktif untuk mebangun Jakarta yang lebih baik dan sekaligus melahirkan kondisi yang lebih harmonis, ketika Ahok-Djarot dan Anies-Sandi memasuki putaran kedua pilgub DKI Jakarta pada bulan April 2017 mendatang,” pungkasnya.