PGN Pasok Gas Untuk Kawasan Industri Tangerang

28

JAKARTA-Kebutuhan gas bagi industri menjadi bahan pokok yang sangat penting. Karena itu sejumlah pabrik di Tangerang sepakat menjadi pelanggan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS). “Pada 2014 ini, akan ada lagi 19 pelanggan lain sektor industri di Tangerang yang akan mendapatkan aliran gas dari PGN,” kata Direktur Pengusahaan PGN Jobi Triananda Hasjim usai menyaksikan penandatanganan Penjanjian Jual Beli Gas (PJBG) SBU Distribusi Wilayah I Area Tangerang dengan industri di wilayah Tangerang, Banten, Rabu, (19/03/2014).

Menurut Jobi, PGN area Tangerang saat ini telah melayani sekitar 227 pelanggan industri menengah-besar yang berlokasi di Serpong, Kawasan Industri Jatake, Manis, Cikupamas, Millenium, Langgeng Sahabat dan Modern Cikande. Sejalan dengan meningkatnya investasi baru dan ekspansi usaha di daerah Banten. “PGN Area Tangerang telah membangun dan mengelola jaringan distribusi pipa gas bumi sepanjang 260 kilometer,” terangnya.

Lebih jauh kata Jobi, PGN mamasok gas dengan volume 550.000 meter kubik per bulan kepada 17 industri dengan periode kontrak selama lima tahun. Program penyaluran gas bumi ke sektor industri merupakan langkah yang tepat untuk terus memperkuat perekonomian daerah.

Melalui pemanfaatan gas bumi, lanjut Jobi, industri akan mendapatkan banyak manfaat seperti penghematan biaya energi, peningkatan kualitas pembakaran dan biaya pemeliharaan produksi yang lebih ekonomis.

Industri juga akan mendapatkan kemudahan handling, karena pasokan gas bumi tidak memerlukan tempat penyimpanan serta tidak adanya limbah B3 yang dihasilkan. “Sektor industri di Tangerang yang selama ini menggunakan bahan bakar minyak (BBM) dan dapat beralih ke gas bumi sangat banyak, di antaranya adalah industri keramik, gelas, baja, makanan, kimia dan tekstil,” ungkapnya.

Saat ini PGN juga sedang dalam proses akhir pembangunan pipa proyek CP3B Cikande-Bitung untuk mengalirkan gas ke jaringan Banten Timur. Jaringan ini merupakan kelanjutan CP3A Bojonegara-Cikande yang telah beroperasi tahun 2012 dan menjadi kelanjutan dari proyek pipa South Sumatera – West Java (SSWJ). “PGN akan terus mengupayakan ekspansi infrastuktur gas bumi agar mampu memenuhi kebutuhan pelaku usaha,” pungkasnya.