Pilihan Jokowi Atas Tito Bukanlah Tanpa Risiko

Pilihan Jokowi Atas Tito Bukanlah Tanpa Risiko

10
0
BERBAGI
photo dok aktual.com

JAKARTA-Direktur Riset Setara Institute Ismail Hasani menilai keputusan  Presiden Joko Widodo mengusulkan Komisaris Jenderal Polisi Tito Karnavian menjadi calon tunggal Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) menggantikan Jenderal Badrodin Haiti bukanlah hadiah melainkan beban berat yang menuntut kerja keras, soliditas dan dukungan politik presiden.

Menurut Pengajar Hukum Tata Negara, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Tito yang dipersepsi reformis dan progresif adalah antitesis dan jalan tengah dari kepolisian yang konservatif dan tarik menarik kepentingan dalam pencalonan Kapolri sebelumnya. “Pilihan Jokowi atas Tito bukanlah tanpa risiko,” jelasnya.

Organisasi Polri yang solid berpotensi bergejolak meski tidak akan mengemuka dan mempermalukan presiden yang memotong sejumlah angkatan dalam regenerasi di tubuh Polri.

Bahkan Tito akan menghadapi tantangan internal yang kuat meski semua pihak mafhum bahwa Tito memiliki kecakapan dan kepemimpinan mumpuni. Oleh karena situasi yang tidak biasa, fit and proper test harus betul-betul  dijalankan serius untuk menggali dan memetakan potensi-potensu risiko termasuk strategi mitigasinya. “Bukan hanya DPR yang akan menyimak tapi juga publik sehingga agenda reformasi kepolisian yang menjadi tujuan presiden bisa dielaborasi dan memperoleh dukungan public,” pungkasnya.