Pilkada DKI: Camel Petir Dukung Benny Mokalu

49
Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Benny Mokalu

JAKARTA-Dukungan para pelaku seni terhadap Irjen Pol AJ Benny Mokalu untuk menjadi calon Wakil Gubernur DKI Jakarta kian menguat.  Benny yang juga  Staf Ahli Kapolri Bidang SosBud  dianggap memiliki visi dan mampu membangun budaya Jakarta.

Benny dalam pilkada DKI Jakarta 2017 mencalonkan diri untuk menjadi Wakil Gubernur dengan menawarkan konsep pembangunan budaya: “Jakarta Menyanyi Dan Menari” sebagai ujung dari keberhasilan pembangunan Jakarta Raya secara menyeluruh.

Dukungan kali ini berasal dari Ketua Bidang Budaya DPP Rumah Kreasi Indonesia Hebat (RKIH) Camelia “PETIR” Panduwinata Lubis yang mengatakan masyarakat Jakarta mendukung Benny, karena kondisi masyarakat Jakarta saat ini cukup timpang, antara masyarakat kaya dengan yang miskin. Keadaan tersebut, yang diharapkan bisa diperbaiki oleh Benny Mokalo. “Jakarta kompleks masalahnya. Banyaknya orang kaya yang berbanding jauh dengan orang miskin. Seharusnya, hal itu juga yang diperhatikan oleh Pemerintah DKI,” ungkap Camel Petir sapaan akrab Camelia Panduwinata Lubis kepada wartawan di Jakarta, Selasa (24/5).

Ia juga mengakui, bahwa figur Benny Mokalo adalah seorang yang berwibawa yang mau turun langsung memperhatikan kebudayaan di Jakarta. “Untuk itu selaku Ketua Bidang Budaya DPN RKIH saya dukung Benny mokalu sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Karena pemahaman dan tekadnya untuk mengembangkan seni budaya di jakarta,” jelasnya.

Program Benny kepada Masyakarat Jakarta yang harus bisa menyanyi dan menari di ruang terbuka tanpa merasa cemas, was-was ataupun khawatir, Kata Camel, adalah program yang sangat bagus. Karena jika masyarakat dapat menyanyi dan berdansa tanpa perasaan takut, berarti Jakarta benar-benar sudah menjadi kota untuk semua, aman dan sejahtera. “Dengan tampilnya Benny dan memenangkan Pilkada Jakarta nanti. Maka semua event budaya yang selama ini ditiadakan oleh pemda akan hidup kembali dengan baik. Maka program menari dan bernyanyi sebagai gagasan Benny harus di dukung, agar Jakarta tidak hanya program bangunan fisik saja,” tandasnya.

Politisi Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) ini juga menilai, Jakarta saat ini belum menjadi kota untuk semua, dan kesejahteraan pun belum dinikmati secara adil dan merata oleh masyarakatnya. Fondasi untuk menjadikan Jakarta sebagai kota untuk semua dan sejahtera hanya bisa dilakukan jika Ibu Kota negara ini terjaga keamanannya. “Melihat situasi seperti itu, polisi berbintang dua  ini yakin bisa. Karena dirinya hadir menjadi Cawagub Jakarta atas keterpanggilanya. Apalagi Staf Ahli Kapolri tersebut bercita-cita membangun Jakarta sebagai kota untuk semua, aman dan sejahtera,” ungkap Camelia.

Masyakarat Jakarta pada akhirnya harus bisa menyanyi dan menari di ruang terbuka tanpa merasa cemas, was-was ataupun khawatir.  Jika masyarakat dapat menyanyi dan berdansa tanpa perasaan takut, itu berarti Jakarta benar-benar sudah menjadi kota untuk semua, aman dan sejahtera.

Pada awal Mei, Benny Mokalu yang mantan Kapolda Bali itu, mengusung visi “Jakarta Kota Untuk Semua, Aman dan Sejahtera”. Faktor kunci kesuksesan visinya adalah ketika seluruh warga masyarakat Jakarta dan Luar Jakarta dapat menyanyi dan menari tanpa merasa takut dan was-was.  Oleh karena itu, Benny menegaskan, “Jakarta Menyanyi Dan Menari” merupakan mottonya dalam mencalonkan diri sebagai WaGub DKI Jakarta dalam pilkada 2017.

Bagi Benny, mewujudkan “Jakarta Menyanyi dan Menari” itu merupakan cita-cita untuk menjelaskan secara tidak langsung kepada masyarakat dunia bahwa Jakarta harus menjadi kota untuk semua, aman dan masyarakatnya sejahtera.

Dengan demikian, mantan Kapolda Bali itu melanjutkan, filosofi “Jakarta Menyanyi dan Menari” itu adalah;

1.      Jakarta sebagai kota untuk semua adalah kota yang terbuka bagi semua bangsa, suku, agama ataupun ras yang hidup berdampingan tanpa ada diskriminasi sosial.

2.      Jakarta sebagai kota untuk semua hanya bisa terwujud jika dari segi keamanan dapat terbangun dan terjaga dengan mewujudkan kerjasama yang harmonis antara penegak hukum, aparat keamanan dan masyarakat Jakarta itu sendiri.

3.      Dengan terwujudnya sebagai kota yang aman, Jakarta akan dan harus menyejahterakan masyarakatnya.

4.      Dengan mewujudkan Jakarta sebagai kota untuk semua, aman dan sejahtera itu berarti Jakarta menjadi kota metropolis yang teratur dan sekaligus manusiawi. Dan pada saat inilah, masyarakat Jakarta harus bisa menyanyi dan menari di kotanya tanpa merasa takut, was-was ataupun khawatir.

5.      Dengan demikian, Jakarta yang menyanyi dan menari akan menjadikan ibukota negara ini sebagai destinasi pariwisata utama bagi masyarakat domestik dan luar negeri.

6.      Jakarta sebagai kota di mana generasi mendatang Indonesia bertumbuh

7.      Bersamaan dengan itu pula, Jakarta akan terus bertumbuh sebagai kota yang membangun termasuk inftrastruktur untuk menjadikan dirinya sebagai kota destinasi utama pariwisata seperti museum, coservatorium music, berbagai budaya dan seni bertumbuh dll. Efek domino atau  multiplyer effect dari pembangunan infrastruktur tersebut senantiasa memberikan pekerjaan bagi masyarakatnya terutama bagi generasi-generasi baru.

8.      Jakarta yang menyanyi dan menari akan memantapkan dirinya sebagai kota pluralisme di mana berbagai suku dan bangsa bertemu dengan berlandaskan persahabatan.

9.      Dengan demikian, kelak Jakarta akan sebagai kota jasam kota usaha dan kota dagang  yang menjadi tumpuan  bagi banyak orang untuk dapat bekerja dan hidup tanpa memandang latar belakang suku, agama, dan ras