PLN Ajak Pegawai dan Masyarakat Dukung Earth Hour

214

JAKARTA-PT PLN (Persero) mendukung kampanye Global Earth Hour Sabtu, 28 Maret 2015 besok sebagai bagian dari kampanye hemat listrik yang sudah menjadi trend di perusahaan ini sejak lama. PT PLN (Persero) akan memadamkan lampu di kantor-kantor PLN seluruh Indonesia selama satu jam dari pukul 20.30 sampai 21.30 waktu setempat kecuali lampu yang benar-benar diperlukan yang berkaitan dengan keamanan dan operasi instalasi PLN.

Demikian disampaikan Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN, Bambang Dwiyanto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (27/3).

Tak hanya lampu di kantor PLN saja yang akan dimatikan, manajemen PLN juga mengajak seluruh pegawai dan keluarga untuk berpartisipasi pada Global Earth Hour yang merupakan kegiatan kampanye dalam upaya mengurangi pemanasan global dengan mematikan lampu selama satu jam di rumah masing-masing. “Harapannya para pegawai PLN dapat memberi contoh pada tetangga dan masyarakat untuk menghemat energi sehingga masyarakat akan ikut berpartisipasi,” jelasnya.

Dalam skala besar, urainya, kampanye hemat listrik melalui EH ini sangat bermanfaat bagi operasional pembangkit-pembangkit PLN. Beban pembangkit listrik yang sehari-hari cukup berat untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat bisa berkurang sejenak. Sebagai gambaran saat pelaksanaan earth hour tahun lalu (Sabtu 29 Maret 2014) beban listrik di sistem Jawa Madura Bali turun sebesar 509 Mega Watt (MW) dibanding beban pada hari yang sama seminggu sebelumnya (Sabtu 22 Maret 2014) yang sebesar 19.869 MW. “Itu adalah beban listrik pada hari libur yang biasanya lebih rendah dibanding hari kerja. Penurunan beban listrik juga terjadi di luar Jawa Madura Bali,” imbuhnya.

Saat ini, jelasnya, beban puncak listrik di Jawa Madura Bali pada hari biasa mencapai sekitar 23.000 MW. Di kota-kota besar di Indonesaia, pemerintah daerah pun mengimbau untuk gedung perkantoran memadamkan aliran listrik selama satu jam dari jam 20.30 sampai 21.30 waktu setempat pada sabtu 28 Maret 2015 besok. Tak hanya gedung perkantoran, mall dan pusat perbelanjaan pun dihimbau untuk mengurangi pemakaian listriknya, termasuk sejumlah penerangan jalan akan dipadamkan.