PMKRI Ambon: Tuntaskan Laporan PMKRI Hingga ke Pengadilan

200
Ketua Forkoma PMKRI, Hermawai F Taslim berfoto bersama kader PMKRI Ambon

AMBON-Laporan PP Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) atas dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Ketua Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab hingga saat ini tengah diproses oleh aparat penegak hukum. Tak tanggung-tanggung, Imam Besar FPI itu menghadapi 7 tudingan penistaan.

Diharapkan agar semua laporan ini diusut tuntas hingga masuk ruang pengadilan.

Demikian harapan Ketua Forkoma PMKRI, Hermawi Fransiskus Taslim saat berdialog dengan para aktivis PMKRI di Saumlaki-Maluku baru-baru ini.

Taslim berharap rangkaian dialog ini memberi pencerahan dalam upaya pemantapkan wawasan para aktivis PMKRI tentang perkembangan kasus tersebut.

Seperti diketahui, Imam Besar FPI ini terkait sejumlah kasus pidana, diantaranya, kasus Palu Arit, kasus Penistaan Agama dan Ulama Islam, kasus Penistaan Agama Nasrani, Kasus Hansip, kasus Penistaan Pancasila, kasus Penistaan Budaya Sunda dan kasus Penistaan Pecalang Bali

Dalam dialog tersebut,  Ketua PMKRI, Saumlaki, Yonas Batlyoi menegaskan bahwa mereka mendukung sepenuhnya langkah-langkah yang  ditempuh oleh PP PMKRI. “Kami berharap Forkoma PMKRI terus memberikan pendampingan yang maksimal agar kasus ini tuntas hingga ke pangadilan,” harapnya.

Sementara itu, itu dalam dialog dengan tema yang sama di Kolose Xaverius – Ambon,  Komda PMKRI Maluku, Tarsisius Sorkal menegaskan bahwa prinsip equality before the law harus dimanivestasikan dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, tidak ada seorang wargapun boleh dengan seenaknya melecehkan dan menista kepercayaan/agama orang lain.  “Kasus ini harus menjadi pembelajaran berharga buat semua pihak dan harus dibawa ke pengadilan,” terangnya.

Dialog yang berlangsung hingga larut malam ini dihadiri oleh sejumlah pihak diantaranya Ketua Forkoma Maluku, Patti Wee, puluhan anggota PMKRI Ambon dipimpim Ketuanya, Anakletus Fasak dan sejumlah tokoh awam dari berbagai kalangan.

Hermawi taslim berharap rangkaian dialog ini memberi pencerahan dalam upaya pemantapkan wawasan para aktivis PMKRI sebagai warga negara.