Polisi Bekuk 2 Pelaku Pembobol ATM-Kartu Kredit

Polisi Bekuk 2 Pelaku Pembobol ATM-Kartu Kredit

0
BERBAGI
Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya, AKBP Budi Hermanto

TANGERANG-Subdit Resmob Polda Metro Jaya berhasil membekuk dua pelaku pembobol Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dan kartu kredit dengan metoda skimming di dua kota berbeda di Jawa Timur. Kedua pelaku berinisial AYS dan RH merupakan anggota sindikat pembobol ATM-Kartu Kredit internasional jaringan Bulgaria. “Senin malam menangkap satu orang berinisial AYS di Sidoarjo dan Rabu dini hari mengamankan RH di malang, Jawa Timur,” tandas Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya, AKBP Budi Hermanto, di gate 4 terminal 3 Bandara Soekarno Hatta Rabu (17/8).

Dua pelaku yang diterbangkan menggunakan pesawat garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA311 dari Surabaya pukul 10.10 WIB tiba di Terminal 3 Soekarno Hatta pukul 12.00 WIB.

Kedua pembobol ini dibawah pengawalan ketat tim resmob dan Polisi Bandara. Kedua pelaku datang mengenakan baju oranye tahanan Polda Metro Jaya dengan tangan terborgol.
Dari hasil interograsi awal, kedua pelaku mengakui kegiatan penggandaan ATM dan kartu kredit yang dilakukannya sejak tahun 2013 lalu.  “Dari hasil interogasi  awal, kami dalami bahwa kegiatan skiming dua tersangka ini dari 2013. Bahkan salah satu tersangka residivis yang sudah ditahan di Polda Jawa Timur dan baru keluar bulan Mei kemarin,” terangnya.

Lebih jauh Budi menerangkan, metoda skiming adalah cara menggandakan identitas pemilik ATM/ Kartu Kredit dengan cara menginjeksi pada suatu mesin. “Bagaimana menggandakan identitas si pemilik ATM ataupun kartu kredit, lalu diinjek disuatu mesin ATM untuk dibuat duplikasinya,” katanya.
Dia menjelaskan, tindakan kejahatan skiming kartu ATM dan Kartu Kredit yang melibatkan tersangka AYS dan RH merupakan bagian dari sindikat jaringan internasional. Keduanya, memiliki hubungan dengan pelaku- pelaku kejahatan yang sama dari Bulgaria.
Hingga saat ini, Polisi juga masih memburu satu tersangka lain yang kini berada di Jakarta. Untuk itu, polisi akan meminta kerjasama dengan pihak Bank BCA untuk menangkap pelaku-pelaku dari luar Negeri. “Karena selama ini yang tertangkap dari Indonesia saja, dalam hal ini dari negara Bulgaria,” ucap AKBP Budi Hermanto.