Polisi Bekuk Bandar Beras Oplosan

47
Beras oplosan asal Vietnam/photo Raja Tama

TANGERANG-Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya berhasil menggerebek sebuah gudang penyimpanan dan distribusi beras oplosan asal Vietnam tidak layak konsumsi di Komplek Pergudangan Pantai Indah Dadap, Blok BM no 20, Jl Raya Perancis, Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten.

Dalam operasi ini, petugas menemukan beras Vietnam yang rusak dicampur beras SLYP Super Cap Kembang, beras kualitas Super Cap Strawberry, dan beras kepala beras super cap Kurmo. Beras tersebut dimasukan ke dalam kemasan beras Bulog. “Pengungkapan gudang distribusi beras oplosan itu terungkap, berdasarkan laporan masyarakat akan jeleknya mutu beras bermerk karung Bulog,” ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Mujiyono, Selasa (26/4).

Dia  menjelaskan, beras impor tidak layak konsumsi itu dioplos dengan beras lokal layak konsumsi yang dicampur bahan kimia berupa pemutih, soda api dan bahan kimia lainnya.

Selanjutnya, Polisi mengamankan AM, pemilik gudang, sekaligus yang bertanggung jawab atas beras oplosan tidak layak konsumsi itu.

Atas tindakan pelaku,Polisi menjerat pasal 139 jo pasal 84 ayat 1 dan atau pasal 141 jo pasal 89 UU RI tahun 2012 tentang pangan dan pasal 62 ayat 1 jo pasal 18 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.  “Tersangka kena pasal berlapis, tentang perlindungan konsumen, UUpangan bahkan TPPU,” ujar Kasubdit Indag AKBP Agung Marliyanto.

Agung menjelaskan, pelaku mengaku sudah setahun menjalankan bisnis terselubung itu.  “Dia mengoplos berasa tidak layak dicampur beras layak dengan tambahan bahan kimia, yang kemudian dijual dengan karung beras bulog ukuran 15kg, yang dia cetak sendiri,” jelasnya.

Dari gudang penyimpanan tersebut, Polisi menyita sejumlah barang bukti berupa 900 karung beras 15 kg bermerk bulog, 100 karung beras lokal berbagai merk, 4 mesin jahit, 5 karung beras hasil oplosan, 70 karung beras bulog asal Vietnam berisi 50kg, 20 timbangan, 20 karung sulfur, 15 karung soda api, 5 karung sodium, 10 jeriken hiprok.

Dalam sebulan AM mengaku memperoleh keuntungan Rp1,4 miliar.  Bisnis tersebut dijalankan sejak tahun 2015 sampai dengan April 2016.  “Untuk wilayah distribusi sekitar Jakarta, dikawasan-kawasan penyangga Jakarta,” ujar Kasubdit Indag Polda Metro Jaya.  (Raja Tama)