Populi Center: Elektabilitas Ahok-Djarot 45,5%, Anies-Sandi 23,5% dan Agus-Sylvi 15,8%

Populi Center: Elektabilitas Ahok-Djarot 45,5%, Anies-Sandi 23,5% dan Agus-Sylvi 15,8%

57
0
BERBAGI

JAKARTA-Lembaga survey Populi Center merilis hasil survei mengenai arah suara pemilih Pilgub DKI pasca pendaftaran pasangan calon. Hasil survei menyebutkan tingkat keterpilihan atau elektabilitas pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat masih tertinggi dibandingkan dua pasangan kandidat lainnya. Bahkan elektabilitas duet Ahok-Djarot mencapai 45,5%.  “Untuk elektabilitas 3 pasang calon, 45.5% masyarakat memilih pasangan Ahok-Djarot, diikuti oleh 23.5% yang memilih Anies-Sandi, dan 15.8% yang memilih Agus-Sylvi. Sementara itu, 15.2% masih belum ragu, belum memutuskan dan tidak menjawab,” ujar peneliti Populi Center Nona Evita dalam pemaparan hasil survei di Jakarta, Kamis (6/10).

Nova menjelaskan survei ini dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan 600 responden, di 6 wilayah DKI Jakarta yaitu Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Kepulauan Seribu.

Survei ini menggunakan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error ±4% pada tingkat kepercayaan 95%. Survei ini juga bertujuan untuk melihat arah suara pemilih di Pemilihan Gubernur pada bulan Februari 2017 mendatang.

Nona menjelaskan tingkat elektabilitas yang tinggi bagi pasangan petahana Ahok-Djarot selaras dengan tingkat kepuasan masyarakat Jakarta terhadap kinerja petahana.

Dari temuan ini, bisa disimpulkan bahwa undecided voters mulai menurun saat sudah diberikan pilihan nama dan suara pemilih yang ada di kategori undecided voters masih bisa digunakan untuk mendongkrak elektabilitas dari setiap k calon Gubernur/ Wakil Gubernur.

Setelah memilih 1 dari 3 nama pasangan calon kandidat, masyarakat ditanyakan mengenai kemantapan pilihan mereka. Hasil survei menunjukkan bahwa 52.3% merasa sudah mantap dengan pilihannya, kemudian 34.7% merasa masih mungkin berubah, dan 13% cenderung tidak tahu dan memilih untuk tidak menjawab.

Dia menjelaskan, untuk elektabilitas head to head, elektabilitas Ahok-Djarot lebih tinggi saat berhadapan dengan Agus-Sylvi dibanding saat berlawanan dengan Anies-Sandi.

Apabila head to head dengan Agus-Sylvi (31.8%), elektabilitas Ahok-Djarot yaitu sebesar 48.5%. Namun apabila head to head dengan Anies-Sandi (36.2%), maka elektabilitas Ahok-Djarot sebesar 46.8%.

Temuan menarik yaitu saat Anies-Sandi berlawanan dengan Agus-Sylvi, pemilih kategori undecided voters malah bertambah banyak. Ini artinya sekitar 14.75% undecided voters beririsan dengan pasangan calon Ahok -Djarot. “3 kriteria utama dari masyarakat DKI Jakarta dalam memilih Gubernur dan Wakil Gubernur diantaranya bersih dari korupsi (30.2%), tegas (30%), dan merakyat (21.8%),” ujarnya.