PP GMKI Minta Resep Wirausaha ke Sandiaga Uno

14
Foto bersama jajaran Pengurus PP GMKI dan Sandiaga Uno (tiga dari kanan), di Recapita Building, Jakarta, baru-baru ini.

JAKARTA-Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) Masa Bhakti 2018-2020 bertemu pebisnis yang juga Calon wakil Presiden periode 2019-2024 Sandiaga Uno. Dalam pertemuan tersebut, pengurus GMKI meminta resep serta tips berwirausaha termasuk rencana kerjasama pelatihan OKE OCE.

“Kedepan kita akan bersinergi untuk cita-cita kita mendorong inovasi pemuda dalam berwirausaha,” jelas Sandi saat bertemu Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) Masa Bhakti 2018-2020 di Gedung Recapita Building HJ. Aditiawarman No 55, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (2/10/2019) lalu.

Dalam pertemuan itu, Sandi dengan para pengurus PP GMKI membahas ekonomi global, nasional, dan ekonomi kreatif. Selain itu, Sandi menyambut baik rencana kegiatan GMKI, dan akan bekerja sama dalam pelatihan dengan OKE OCE Prasasti.

Sandi mengapresiasi GMKI yang membentuk bidang ekonomi kreatif dan harapannya diisi anak-anak muda. “Pelaku ekonomi harus di isi anak-anak muda karena memiliki semangat inovasi dan kreatifitas. Harapannya GMKI dan anak muda lainnya menjadi mitra untuk membangun optimisme anak muda kedepan khususnya di bidang ekonomi kreatif dan kewirausahan,” ujarnya.

“GMKI harus mampu melakukan terobosan, mendorong kewirausahaan, melihat peluang di bisnis teknologi agar bisa masuk ekosistem ekonomi digital dan membentuk ekonomi akar rumput yang lebih rill. Sektor ekonomi kretif misalnya kuliner, fashion, pariwisata film dan sektor lainnya. Jika GMKI melaksanakan pelatihan kewirausahaan harus disambut baik kegiatan tersebut dan dupayakan hadir dalam seminar dan pelatihan untuk mensinergikan ok oce prasasti untuk mendorong inovasi pemuda,” terang Sandi.

Terkait ekonomi global dan Indonesia, Sandiaga menerangkan, ekonomi saat ini berada pada posisi ketidakpastian.

Menurutnya, apa yang terjadi pada ekonomi Indonesia dan politik dunia saat ini seperti berada pada titik-titik ketidakpastian.

“Dimulai dari perang dagang antara Amerika dan China, memanasnya situasi Korea Utara dan Korea Selatan, situasi perlambatan ekonomi di Eropa barat berkaitan imigran Afrika. Banyaknya konflik-konflik di suryah, timur-tengah. juga berdampak terhadap perlambatan ekonomi indonesia, yang membuat semakin sedikitnya lapangan pekerjaan,”tukasnya.

Mantan Wakil Gubernur Anies Baswedan itu mengemukakan, ekonomi kreatif saat ini menyumbang antara 9 – 12 % terhadap pendapatan negara.

“Harapannya penerimaan sektor ini mampu meningkat 15 – 20 %. Indonesia sepertinya belum mampu menangkap peluang antara perang dagang Cina dan Amerika . Sehingga peluang ini ditangkap Vietnam, Singapura dan lainnya,” jelasnya.

“Kondisi politik saat ini, ketidak puasan terhadap kesejahterahan di masyarakat papua, dan kesan yang muncul akibat ketidak seriusan pemerintah memberantas korupsi dengan di sahkan nya revisi UUKPK,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Korneles Galanjinjinay mengingatkan pemerintah agar segera merespon dan menyelesaikan persoalan-persoalan bangsa, serta mengakomodir aspirasi mahasiswa termasuk menyelesaikan kasus kemanusiaan di Papua.

Menurut Korneles, Rancangan Undang-Undang (RUU) yang kontroversial, yakni RUU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan RUU Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) sangat memeras energi. Akibatnya, sangat berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Pemerintah harus mampu berkata jujur kepada publik atas kondisi bangsa yang terjadi hari ini, sehingga demonstrasi mahasiswa dan rakyat yang terjadi hingga saat ini, tidak mengganggu pertumbuhan ekonomi nasional,”ujar Korneles, dalam keterangan persnya, Jumat (4/10/2019).

Menurutnya, Pemerintah harus menyediakan ruang terbuka bagi aktivis mahasiswa untuk mempersiapkan diri menjadi pelaku ekonomi digital, pelaku ekonomi kreatif yang merupakan arah baru perekonomian nasional, karena tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional itu ada pada mahasiswa dan Pemuda, potensinya sangat besar.