PPATK Tak Temukan Transaksi Mencurigakan Milik Agus Marto

59

JAKARTA- Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) tidak menemukan laporan transaksi keuangan mencurigakan yang dilakukan calon Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardoyo. Hal tersebut dikatakan Wakil Ketua Komisi XI, Harry Azhar Azis usai mengggelar rapat tertutup dengan Kepala PPATK, Muhammad Yusuf di Jakarta, Rabu (13/3).

Dalam rapat internal tersebut, kata Harry, PPATK juga melaporkan bahwa pihanya tidak menemukan adanya aliran dana mencurigakan pada rekening bank milik Menteri Keuangan terkait proyek Hambalang dan perpajakan. “Agus Marto aman-aman saja. Tidak ada yang mencurigakan dan tidak ada transaksi di luar profil. Tetapi, itu (laporan) yang di database, belum tahu kalau yang di luar base formal. Kami juga bicara  transaksi Hambalang dan pajak,” papar Harry.

Harry menjelaskan, hingga saat ini PPATK belum membaca adanya transaksi mencurigakan pada data base mereka. “Kesimpulan mereka, (Agus Marto) masih baik-baik saja, cuma mereka mengatakan, kalau yang di luar data base mereka tidak mengetahuinya,” ucap Harry.

Dengan demikian, lanjut dia, saat ini DPR belum mengetahui transaksi Agus Marto di sektor perbankan, Sisminbakum dan transaksi luar negeri yang berhubungan dengan 120 negara. “Jadi, hanya itu saja yang disampaikan PPATK,” ujar dia.

Di tempat yang sama, Muhammad Yusuf mengatakan, pihaknya belum bisa mempublikasikan hasil rapat yang dilakukan bersama Komisi XI DPR. Sehingga, lanjut dia, PPATK belum bisa menjelaskan detil-detil terkait transaksi mencurigakan yang dilakukan Agus Marto. “Mengenai adanya indikasi transaksi mencurigakan atau tidak? Saya katakan, tidak bisa diungkapn karena Ini rapat internal. Kalau saya bilang, artinya saya melakukan pelanggaran kesepakatan,” kilah dia.

Kendati demikian, dia menyarankan agar semua uji kelayakan dan kepatutan pejabat pemerintahan harus melibatkan PPATK. Hal ini bertujuan untuk melacak ada atau tidak nya aliran dana atau transaksi mencurigakan yang melibatkan calon pejabat pemerintahan tersebut. “Tidak hanya Gubernur Bank Indonesia, tapi pejabat lain juga,” kata dia.

Meski profil keuangannya clear, peluang Agus Martowardojo untuk menjabat Gubernur  BI masih 50 persen. “Peluangnya sekarang masih 50 : 50,” tegas Harry.

Harry menambahkan fraksi Golkar sendiri masih belum mengambil sikap. Apakah akan menyetujui atau menolak Agus Martowardojo. “Golkar belum ada (keputusan) sambil menunggu info yang masuk dari lembaga resmi PPATK, BIN dan KPK, juga mendengar  aspirasi dari para pengamat ekonomi,” pungkas dia.