PPP Ingatkan Ada Investasi Qatar Di Indonesia

95

JAKARTA-Sejumlah negara sudah memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Namun Fraksi PPP meminta agar Pemerintah Indonesia berhati-hati dan tak sembarang mengambi sikap. “Kita harus bisa menjaga hubungan diplomatik, penduduk lokal Qatar hanya sekitar 10%,  banyak warga negara kita di sana, justru yang banyak , yakni hampir 90% itu berasal dari ekspatriat,” kata Wakil Ketua Fraksi PPP Irgan Chairil Mahfiz dalam acara buka puasa dan diskusi pers dengan pimpinan fraksi PPP di gedung DPR  Jakarta, Rabu (7/6/2017).

Diakui Mantan Ketua Komisi IX DPR, akses satu-satunya menuju Qatar hanya lewat Kuwait. Namun begitu, peristiwa ini pelajaran bagi semua pihak. Karena bagaimanapun juga bayak juga investasi Qatar ke Indonesia. “Karena itu kita sebaiknya tetap menjaga hubungan diplomatik,” ucapnya.

Peta politik Timur Tengah, kata Irgan,  akan tetap dinamis ke depan. Sebetulnya ini masalah sangat serius, apalagi Qatar sangat penting pengaruhnya.  “Saya menduga Inggris, Turki dan  Iran akan dukung Qatar,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PPP Reni Marlinawati mengaku belum mengetahui bagaimana sikap resmi pemerintah menyikapi konflik Arab Saudi dan Qatar. “Dampak yang sudah dirasakan, tentu soal perjalanan Umroh. Dimana jamaah umroh harus pindah pesawat dari Qatar Airways ke Garuda,” ungkapnya.

Sebelumnya Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution
Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution menegaskan  pemutusan hubungan diplomatik sejumlah negara di kawasan Timur Tengah dengan Qatar tidak akan berdampak besar pada Indonesia. Alasannya  suhu politik hanya  memanas  di kawasan tersebut saja. “Kalau ekonomi, saya kira tidak. Dampaknya hanya sesama negara Timur Tengah yang sedang hubungannya sedang terganggu. Dampaknya yang terasa hanya  urusan pesawat saja pasti akan berpengaruh,” katanya

Darmin menuturkan, langkah Arab Saudi, Bahrain, Mesir dan Uni Emirat Arab memutuskan hubungan diplomasi dengan Qatar juga tidak berpengaruh pada harga minyak dunia. Namun hal tersebut perlu dicermati lebih dalam jika hal ini terus berlanjut.  ” Semua itu nanti baru kami lihat dalam beberapa waktu ke depan. ‎Artinya jangan terlalu cepat disimpulkan karena perkembangannya  belum tahu selanjutnya bagaimana. Lebih baik jangan tarik kesimpulan dulu. Wah, harga minyak akan naik, jangan,” terangnya

Terkait hubungan dagang antara Indonesia dengan Timur Tengah, Darmin Nasution juga menilai hal tersebut tidak akan berpengaruh besar. Sebab, mitra dagang Indonesia bukan berasal dari kawasan tersebut, tetapi dari kawasan Asia lainnya seperti Jepang, juga dari Amerika Serikat dan Eropa. ‎”Tidak terlalu besar lah,” ucapnya

Menurut Darmin,  dalam hubungan ekonomi dan perdagangan, ekonomi Indonesia banyak dipengaruhi  Asia Timur, Asia Selatan, terus China, kemudian Amerika, kemudian Jepang, dan Eropa. :Jadi ya memang hubungan ekonominya tidak terlalu besar,” pungkasnya. ***