Presiden Ajak Pelaku Pasar Modal Bekerja Keras

99
Presiden Joko Widodo, meresmikan pembukaan perdagangan hari pertama Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2016 di Jakarta, Senin (4/1)

JAKARTA-Presiden Joko Widodo meminta seluruh pelaku ekonomi dan pelaku industri pasar modal untuk optimis menyambut 2016 serta percaya dengan upaya Pemerintah dalam meningkatkan laju perekonomian Indonesia. Untuk itu, Kepala Negara mengajak seluruh stakeholders untuk bekerja keras meraih pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan pemerintah di tahun ini sesuai dengan asumsi dasar ekonomi makro RAPBN Tahun 2016 sebesar 5,3%.
Presiden juga meminta kepada seluruh pelaku ekonomi di tahun ini untuk bekerja keras mengendalikan laju inflasi, menurunkan angka kemiskinan, membuka lebih banyak lapangan pekerjaan untuk rakyat Indonesia, serta mengatasi ketimpangan antara golongan menengah ke atas dengan golongan rakyat miskin. “Ini pekerjaan kita semua,” ujar Presiden Jokowi selepas meresmikan Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia 2016, di Gedung BEI, Senin (4/1).

Sepanjang 2015 kata Presiden, Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mencapai target-target yang telah ditetapkan di awal tahun.

Presiden memaparkan berbagai keberhasilan yang telah dicapai oleh pemerintah seperti total pendapatan Negara yang mencapai 84,7% dari target yang ditetapkan di awal tahun atau Rp1.491 triliun. Pendapatan ini bersumber dari penerimaan Pajak sebesar 83% atau Rp1.235,8 triliun, Penerimaan Non Pajak 93,8% atau Rp252,4 triliun, dan Penerimaan Hibah yang mencapai Rp63 triliun.

Selain itu, capaian Pemerintah lainnya di sepanjang tahun lalu adalah angka serapan Belanja Negara yang mencapai 91,2% atau mencapai Rp1.810 triliun dengan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp10,8 triliun. “Penerimaan itu bukan sesuatu yang kecil dan di tengah perlambatan ekonomi saat ini,” tegas Jokowi.

Keberhasilan lain yang dicapai oleh Pemerintah menurut Presiden adalah pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2015 yang diperkirakan berada di antara 4,7% sampai dengan 4,8%. Meski mengalami sedikit koreksi dibandingkan pertumbuhan ekonomi di 2014 yang berada di level 5%, namun hal tersebut masih jauh lebih baik dibandingkan pertumbuhan ekonomi di negara-negara lain di sepanjang 2015 yang mengalami penurunan jauh lebih dalam antara 1% hingga 3%.

Menurut Jokowi, jika seluruh pelaku ekonomi lebih optimis dalam menghadapi perekonomian di 2015, maka tentu realisasi dari pertumbuhan ekonomi dan capaian asumsi ekonomi makro akan jauh lebih baik. “Oleh karena itu, tahun ini semuanya (pelaku ekonomi) harus percaya dan optimis bahwa Indonesia akan lebih baik,” kata Presiden.

Selain itu, lanjut Presiden, capaian positif ditunjukkan oleh Pemerintah dengan menekan laju inflasi di 2015 yang hanya sebesar 3,3% atau jauh lebih rendah dibandingkan realisasi laju inflasi di 2014 yang berada di level 8,3%. Ke depannya, Presiden akan terus menekan laju inflasi domestik melalui serangkaian program demi menjaga ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat.