Presiden Belum Mau Buka Nama Tokoh Politik Dibalik Demo Rusuh

45
Presiden Joko Widodo

JAKARTA-Presiden Joko Widodo mensinyalir aksi demonstrasi pada 4 November lalu ditunggangi kepentingan politik. Namun, Kepala Negara masih belum membuka nama tokoh politik yang menjadi actor dibalik demo damai yang berujung rusuh itu.

Saat ditanya wartawan usai menghadiri apel prajurit TNI, di Mabes TNI AD, Presiden tidak memberikan jawaban secara langsung. “Nanti kita lihat, nanti kita lihat,” kata Presiden di Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Senin (7/11).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya dalam keterangan pers yang dilakukan usai menyelenggarakan rapat koordinasi Jumat (4/11) malam, Presiden Jokowi menyampaikan ucapan terima kasih kepada para ulama, kyai, habaib, dan ustadz yang telah memimpin umatnya, yang menyejukkan sehingga aksi unjuk rasa sampai Magrib berjalan dengan tertib dan damai.

Tapi Presiden menyesalkan kejadian  setelah Isya yang seharusnya sudah bubar, tapi menjadi rusuh. “Ini kita lihat telah ditunggangi oleh aktor-aktor politik yang memanfaatkan situasi,” kata Presiden saat itu.

Dalam kesempatan itu Presiden Jokowi menyampaikan apresiasinya kepada para prajurit TNI yang dinilainya sudah bekerja keras mengamankan aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (4/11) lalu. “Saya mengucapkan terima kasih karena di lapangan saya tahu, di lapangan mereka bekerja keras dari pagi sampai pagi,” ujarnya.

Sebelumnya saat memberikan sambutan dalam apel prajurit TNI itu, Presiden juga telah menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerja keras para perwira dan seluruh jajaran prajurit TNI dalam mengamankan aksi unjuk rasa tanggal 4 November 2016, hari Jumat lalu. “Saya yakin, bukan hanya saya, tapi seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke memberikan apresiasi atas soliditas, atas kekompakan, atas penggunaan cara-cara yang persuasif dalam menjaga keamanan Jakarta, dalam menjaga keamanan tanah air. Sehingga, unjuk rasa berlangsung tertib dan damai,” tegas Presiden.

Untuk itu, Presiden meminta agar kekompakan TNI dan Polri yang telah ditunjukkan di lapangan terus dijaga, dirawat, dan dilanjutkan di semua tingkatan. “Kekompakan itu harus digalang dari atas, para perwira sampai ke prajurit-prajurit. Ini penting sekali. Lakukan koordinasi dan sinergi dalam menjalankan tugas negara,” tegas Presiden.

Presiden meyakini, ketika TNI dan Polri solid, kompak, dan bersatu, maka akan bisa mempersatukan Indonesia, mempersatukan ras, suku, dan agama yang berbeda-beda yang ada di negara Indonesia, dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan bangsa.