Presiden: BUMN Selayaknya Berperan Sebagai Developer

799
Presiden Jokowi memberikan ucapan selamat usai meresmikan pencatatan perdana kontrak investasi kolektif di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (31/8)

JAKARTA-Presiden Joko Widodo meminta perusahaan- perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk segera melakukan sekuritisasi aset.

Diharapkan, dengan sekuritisasi aset, BUMN itu kemudian bisa mendapatkan banyak modal untuk meneruskan pembangunan infrastruktur.

“Saya sudah banyak sekali bicara sekuritisasi, ini sangat penting karena akan banyak arus modal yang masuk dan bisa mengurangi beban APBN kita. Kita mau full balancing dari BUMN, karena tugas yang kita berikan memang bukan tugas yang ringan,” ujar Jokowi dalam pidatonya saat menghadiri pencatatan perdana penerbitan KIK EBA Mandiri JSMR01 untuk ruas tol Jagorawi di Gedung BEI Jakarta, Kamis (31/8).

Presiden mengaku sudah seringkali memanggil para dirut BUMN serta Menteri BUMN untuk mencari cara agar bagaimana pembangunan infrastruktur ini bisa terus berlanjut. Dan di satu sisi terkait pendanaan bisa lebih dioptimalkan lagi skema kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

“Sudah berkali-kali katakan bahwa Dirut-Dirut BUMN, Menteri BUMN, bahwa BUMN itu selayaknya jadi developer, jangan senang jadi pemilik, harus bangun-jadi-jual, bangun-jadi-jual,” tuturnya.

Presiden mengatakan sudah memerintahkan proses sekuritas itu setahun yang lalu.

Menteri BUMN bergerak 9 bulan yang lalu, mengurusnya juga 9 bulan. Namun Kepala Negara tidak mengerti, mengapa urusan sekuritas ini bertele-tele, ruwet.

“Saya tanya, enggak selesai, belum selesai, belum selesai, belum selesai, tapi hari ini alhamdulillah sudah telurnya pecah,” kata Presiden.

Menurut Presiden Jokowi, ini wajib disyukuri dan diharapkan setelah telur satu ini pecah, telur-telur yang lain juga pecah terus-menerus, baik dari BUMN maupun dari swasta.

“Bukan dari BUMN saja yang kita harapkan, dari swasta juga. Sehingga ini akan memicu arus modal masuk ke negara kita,” ujar Presiden.

Jokowi dalam kesempatan itu juga memberikan apresiasi terhadap PT Jasa Marge (Persero) Tbk sebagai BUMN pertama yang melakukan sekuritisasi terhadap pendapatan masa depannya pada jalan tol. Ke depan, Jokowi berharap hal ini bisa diikuti oleh BUMN-BUMN lain agar pembangunan infrastruktur di Indonesia bisa dipercepat.

“Bangun (tol) biaya 100 jual lagi jadi 150 dapat untung, berarti bisa bangun lebih panjang lagi tolnya, jual lagi, bangun lebih panjang lagi. Infrastruktur kita akan cepat selesai kalau cara-cara seperti ini kita lakukan, swasta juga gitu, sama, Sekuritisasi bisa juga dilakukan oleh swasta, karena sektor swasta pun bisa melakukan efisiensi dengan adanya sekuritisasi,” ujarnya.

Menurut Presiden, jika perusahaan swasta ikut memeriahkan arena sekuritas maka diyakini sektor swasta akan juga bisa memacu memicu aliran modal untuk masuk ke negara Indonesia.

Sebagai mana diketahui, PT Jasa Marge (Persero) Tbk pada hari ini, Kamis (31/8) secara resmi menerbitkan produk sekuritisasi yang diterbitkan dengan nama KIK EBA Mandiri JSMR01 – Surat Berharga Pendapatan Tol Jakarta-Bogor-Ciawi (JAGORAWI).

PT Mandiri Manajemen Investasi dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk masing-masing bertindak selaku Manajer Investasi dan Bank Kustodian. Adapun PT Mandiri Sekuritas bertindak selaku Arranger. Hak atas pendapatan yang di-sekuritisasi adalah hak atas sebagian pendapatan ruas tol Jagorawi, yang merupakan tol pertama di Indonesia dan salah satu ruas tol yang paling mature yang dimiliki oleh Jasa Marga.

Pada produk sekuritisasi dimaksud, Jasa Marga selaku Originator transaksi juga akan bertindak sebagai Collection Manager,yang bertugas mengumpulkan pendapatan tol Jagorawi yang disekuritisasikan dan mendistribusikannya ke KIK EBA Mandiri JSMR01, dan kemudian KIK EBA Mandiri JSMR01 akan mendistribusikan imbal hasil dan pokok investasi kepada para Pemegang Unit Penyertaan (Investor).