Presiden Diminta Ingatkan Ahok Soal Ke-Bhinekaan

Presiden Diminta Ingatkan Ahok Soal Ke-Bhinekaan

14
0
BERBAGI

JAKARTA-Dalam dua pekan terakhir, Presiden Jokowi sangat sibuk bertemu dengan banyak pihak mengingatkan tentang pentingnya menjaga persatuan dan kebhinekaan bangsa Indonesia. Presiden juga tegas meminta komitmen pihak-pihak tersebut untuk menjaganya.

Tak kurang, Presiden Jokowi telah mengungkapkan hal tersebut kepada pimpinan Ormas-Ormas Islam, para ulama, pimpinan beberapa Partai Politik (Islam), hingga ke jajaran TNI dan Polri. “Presiden melihat kasus Ahok ini sebagai perkara besar dan serius sehingga harus turun gunung langsung,” kata Mantan Ketua Komisi I DPR Mahfud Sidik dalam siaran persnya, di Jakarta, Rabu (16/11/2016)

Lebih jauh Mahfuz menilai peringatan Presiden Jokowi juga sebagai hal yang normatif saja. “Itu normatif dan memang menjadi tanggung-jawab presiden,” ucap anggota Fraksi PKS.

Namun begitu kata Mahfud, pernyataan presiden menjadi menarik untuk dikritisi jika diletakkan dalam konteks kasus Ahok yang beririsan dengan Pilkada DKI 2017 dan Aksi 411 lalu.
“Mengingatkan semua pihak, khususnya kalangan umat Islam, TNI dan Polri akan pentingnya menjaga persatuan dan kebhinekaan. Pasti ada alasan atau kepentingan tertentu presiden melakukan ini,” ujar Mahfuz di gedung senayan.

Tapi Mahfuz menyoroti ada keanehan dari langkah-langkah Presiden Jokowi. “Jika konteksnya kasus Ahok dan aksi 411 yg nampak masih akan berlanjut, kenapa sampai sekarang Jokowi belum pernah memperingatkan Ahok tentang menjaga persatuan dan kebhinekaan? Kan ribut-ribut belakangan ini sumber masalahnya di Ahok?” ungkap Mahfuz sedikit heran.

Jika dicermati tokoh-tokoh umat Islam, baik yang terlibat langsung aksi 411 maupun yang tidak terlibat langsung telah menegaskan kepeduliannya terhadap persatuan dan kebhinekaan bangsa. Hal ini yang melandasi aksi damai dan tuntutan penegakan hukum. “Saya pikir presiden harus segera peringatkan Ahok. Karena masyarakat luas mulai menilai kalau presiden Jokowi pasang badan buat Ahok. Kalau enggak ditegur, Ahok akan terus merasa bahwa dia gak bermasalah,” jelas Mahfud seraya mengingatkan.

Panglima TNI pun menegaskan hal ini dalam beberapa kesempatan. Sejarah memang menunjukkan komitmen elemen2 umat Islam, TNI dan Polri sangat kuat terhadap persatuan dan kebhinekaan Indonesia. “Kita gak usah meragukan komitmen umat Islam, TNI dan Polri dalam urusan beginian. Sudah teruji dan terbukti,” tegasnya.

Saat ditanya apakah kasus Ahok akan terus memicu keresahan sosial dan berlanjutnya aksi demo umat dalam skala besar? “Jawabannya ada pada bagaimana proses hukum dijalankan oleh institusi penegak hukum. Rasa keadilan menjadi faktor penting dalam perkara ini. Kita tunggu saja,” pungkasnya. ***