Presiden Dorong Penciptaan Aplikasi Fintech Untuk Petani dan Nelayan

42
Presiden Jokowi meninjau pameran di IFFC, yang digelar di ICE, BSD, Tangerang, Banten, Selasa (30/8)

TANGERANG-Presiden Joko Widodo mendorong anak muda Indonesia untuk terus mengembangkan financial technology (fintech) sehingga aplikasi yang dihasilkan sangat bermanfaat bagi Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM). “Kepada putra-putri Indonesia, anak-anak muda yang bergerak di fintech di bidang teknologi digital, teknologi keuangan, saya akan terus mengajak untuk berinovasi menghasilkan terobosan-terobosan seperti aplikasi digital yang berguna untuk meningkatkan inklusi keuangan kita,” ujar  Presiden Jokowi saat membuka Indonesia Fintech Festival and Conference (IFFC), yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Banten, Selasa (30/8).
Presiden menyakini, anak muda Indonesia mampu menghasilkan aplikasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Misalnya, aplikasi untuk kasir. Hal ini sangat membantu. “Biasanya usaha-usaha kecil, usaha-usaha mikro tidak mau mencatat karena terlalu ribet sekali, uang keluar, uang masuk, yang dibeli apa, sehingga tanpa catatan-catatan itu sulit mengakses permodalan ke bank,” katanya.
Setelah aplikasi untuk kasir, Presiden optimis bakal dikembangkan pula aplikasi untuk sistem akuntansi bahkan aplikasi pembayaran pajak. “Saya kira ini akan memudahkan usaha-usaha kecil kita untuk bisa mengakses ke perbankan,” ujarnya.
Bahkan Presiden juga membayangkan juga ada sebuah aplikasi yang bisa membantu nelayan dan petani untuk mendekatkan antara produsen dengan konsumen tanpa melalui mata rantai yang panjang. Mata rantai panjang ini menyebabkan harga di produsen, petani, atau nelayan tidak menjadi semakin baik. “Kalau itu bisa didekatkan dengan aplikasi-aplikasi teknologi yang cepat, saya kira akan sangat membantu usaha-usaha mikro, nelayan, dan petani,” tutur Presiden.
Presiden juga membayangkan kalau ada anak-anak muda yang bisa membangun sebuah koorporasi sehingga petani dan nelayan mempunyai kekuatan untuk akses ke permodalan, maupun ke pasar. “Inilah saya kira hal-hal yang dulu tidak mungkin sekarang bisa dimungkinkan karena ada fintech ada teknologi informasi yang teknologi aplikasi-aplikasinya sudah kita lihat kecepatannya di negara kita sangat-sangat cepat sekali,” kata Presiden Jokowi.
Sementara untuk mempercepat peningkatan inklusi keuangan di Indonesia, Presiden Jokowi mengajak semua pihak untuk turut berpartispasi.  “Kepada masyarakat internasional yang miliki sumber daya dan solusi, saya mengajak untuk meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia, dengan bersama-sama membangun sinergi,” pungkasnya.