Presiden Dukung Langkah Sri Mulyani Jaga APBN Agar Kredibel

Presiden Dukung Langkah Sri Mulyani Jaga APBN Agar Kredibel

0
BERBAGI
Presiden Joko Widodo

JAKARTA-Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memangkas anggaran belanja negara dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan Negara 2016 (APBNP 2016) sebesar Rp133,8 triliun. Pemotongan itu terdiri dari Rp65 triliun pada pos belanja Kementerian-Lembaga (K/L) dan Rp68,8 triliun pada pos transfer ke daerah.

Presiden Joko Widodo mendukung langkah yang dilakukan oleh  Menkeu.  Pemangkasan anggaran itu sangat nalar dan masuk kalkulasi. “Ya saya setujui,”  ujar Presiden Jokowi seperti dikutip dari laman setkab.go.id di Jakarta, Selasa (9/9).

Menurut Kepala Negara, pemotongan anggaran memang harus dilakukan karena pemerintah membutuhkan APBN yang kredibel.”Kita harus realistis dan tidak usah harus terlalu sangat optimistis,” tegasnya.

“Kalau kita hitung-hitung lagi, kita hitung-hitung lagi, kita perkirakan tidak mungkin, ya kita harus realistis dong. Kita tidak usah harus terlalu sangat optimis. Dengan kondisi perekonomian global seperti ini yang bagus memang realistis,” kata Presiden Jokowi.

Sebelumnya dalam sidang kabinet paripurna Menkeu mengatakan pemangkasan anggaran ini dilakukan karena adanya potensi penurunan dari potensi penerimaan pajak 2016 yang cukup signifikan.

Mengenai anggaran yang dikurangi itu, Presiden menjelaskan, untuk teknis bisa ditanyakan ke  Menkeu. Namun yang utama menurutnya adalah biaya operasional dan perjalanan dinas.