Presiden: Harga Minerba Membaik, Perekonomian Kaltim Menggeliat

75
Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengikuti rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Jokowi, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (9/3)

JAKARTA-Presiden Joko Widodo mengemukakan perekonomian di Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menggeliat menyusul semakin membaiknya harga komoditas minerba di pasar global. Namun demikian, Presiden ingin memanfaatkan kondisi ini sebagai momentum untuk melakukan langkah-langkah pengembangan sektor-sektor unggulan alternatif di luar sektor pertambangan, mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan, serta industri pengolahan. “Penting sekali pengembangan sektor sektor-sektor alternatif ini. Kita harapkan dapat memberikan nilai tambah serta menyerap banyak tenaga kerja di Kalimantan Timur,” tutur Presiden Jokowi dalam pengantarnya pada Rapat Terbatas Evaluasi Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional dan Program Prioritas di Provinsi Kalimantan Timur, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (9/3).

Rapat terbatas itu dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri LHK Siti Nurbaya, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, Menteri Perhubungan Budi K. Sumadi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Menkes Nila F. Moloek, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, dan Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak.

Presiden mengharapkan pertumbuhan ekonomi di Kaltim semakin membaik seiring dengan mulai beroperasinya pabrik baru CPO, pembangunan kilang minyak di Bontang, serta upgrading kilang-kilang minyak eksisting oleh Pertamina di Kalimantan timur.

Selain itu, dari data yang dimilikinya, jelas Presiden, lapangan usaha non pertambangan cenderung tumbuh positif tapi belum mampu mengangkat pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur secara keseluruhan.

Untuk itu, agar perekonomian Kalimantan Timur bisa tumbuh ke arah positif dan lebih cepat lagi, Presiden Jokowi meminta infrastruktur pendukung harus dibenahi, baik infrastruktur transportasi, seperti tol Balikpapan-Samarinda, Jalan Trans Kalimantan, pembangunan jalur kereta api, pembangunan bandara, dan penyiapan pelabuhan, serta galangan kapal. “Juga infrastruktur penunjang untuk pengembangan kawasan-kawasan industri pengolahan di Kalimantan timur, seperti KEK Maloy yang nanti akan dikembangkan industri pengolahan kelapa sawit,” tegas Presiden.

Presiden juga mengingatkan, perlunya menuntaskan pembangunan waduk bendungan, yang selain bermanfaat pengembangan usaha sektor pertanian juga dapat dikembangkan untuk penyediaan air baku sebagai sumber energi alternatif.